Monday, September 29, 2014

Ink

Ink

Got a tattoo that said "together through life"
Carved in your name with my poker knife
And you wonder when you wake up, will it be alright oh oh
Feels like there's something broken inside

All I know
All I know
Is that in lost whenever you go
All I know is that I love you so
So much that it hurts


Got a tattoo and that paint is alright
Just wanted a way of keeping you inside (Oh oh oh oh oh)

All I know
All I know
Is that I'm lost
In your fire bellow

All I know is that I love you so
So much that it hurts
I see the road begin to climb
I see the stars, begin to show
I see your colors and I'm dying of thirst

All I know is that I love you so
So much that it hurts
Oh yeah yeah yeah
So much that it hurts
So much that it hurts


Coldplay


Album terbaru Coldplay "Ghost Stories" seperti bukan lagu - lagu Coldplay yang biasa.
Tapi tetap enak untuk didengar.
Sebenarnya single - single yang dijadikan andalan adalah "Sky Full of Stars" dan "Magic".
Tapi entah mengapa cukup suka dengan lagu ini.

Menggambarkan seseorang yang kehilangan, setelah sekian lama bersama sampai sudah tertanam.

Sedih.

Friday, September 26, 2014

All I Want

"All I Want"

All I want is nothing more
To hear you knocking at my door
'Cause if I could see your face once more
I could die a happy man I'm sure

When you said your last goodbye
I died a little bit inside
I lay in tears in bed all night
Alone without you by my side

But if you loved me
Why'd you leave me?
Take my body
Take my body
All I want is,
And all I need is
To find somebody.
I'll find somebody like you.

Oh oh

So you brought out the best of me,
A part of me I've never seen.
You took my soul and wiped it clean.
Our love was made for movie screens.

But if you loved me
Why'd you leave me?
Take my body,
Take my body.
All I want is,
And all I need is
To find somebody.
I'll find somebody.

Oh

If you loved me
Why'd you leave me?
Take my body,
Take my body.
All I want is,
All I need is
To find somebody.
I'll find somebody like you.

Oh

by Kodaline


Pertama kali suka versi instrumental karena dijadikan background song di Google Zeitgeist 2012

Setelah itu masih belum terlalu suka dengan versi aslinya yang dinyanyikan Kodaline.
Sampai ketemu versi cover dari Ellie Goulding 
Kemudian mendengarkan versi live dari Kodaline.

Dan terakhir melihat liriknya. 

Thursday, June 12, 2014

Surat #duahati Yang Satu

Surat ini aku kirim buat Ribkaria dari Marlon.
Apa kabarnya kamu? *ceritanya tidak tahu kabar*

Kamu masih ingat kan surat ini, yang waktu itu kamu kirimkan ke aku.
Aku membacanya kembali beberapa hari yang lalu dan memang iya, aku masih terbang ketika membaca suratmu.
Setidaknya sekarang kalau aku terbang aku bisa membawamu turut serta atau malah kamu yang menarikku kembali setelah lama melayang.

Kamu juga benar mengenai senyum - senyum sendiri, berarti surat ini memang tidak mengenal kata kadaluarsa. Ia tetap memberikan efek yang sama seperti saat pertama kali dibaca.

Sempat terpikirkan untuk membuat tulisan ini ditulis dengan tangan, diatas selembar kertas. Tapi takut tulisan aku terlalu jelek untuk dibaca. *rendah hati*
Nanti kamu bisa salah sangka dalam memahami kata - kata yang aku tulis.

Sedikit kecewa terhadap diri sendiri sih karena setelah #30harimenulissuratcinta ternyata kuantitas dan mungkin juga kualitas tulisan di blog aku menurun.
Hal yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir.
Sekarang sedang berusaha untuk merubah, jadi kamu bisa menikmati tulisanku setiap saat.

Tidak banyak sih yang ingin aku sampaikan, sejak program #30harimenulissuratcinta selesai komunikasi kita terhitung lancar, bahkan lancar sekali bukan :*

Terima kasih sudah menjadi partner #duahati kemarin.

Senang bisa membantu kamu merasakan cinta lagi.
Senang bisa membuat hatimu kembali menjadi utuh.

Dan satu lagi @iybi

Bahagia karena sekarang kita #duahati yang satu.

Gunung atau pantai?

Kamu suka gunung atau pantai?

Pernah mendengar pertanyaan seperti itu kan?
Iya, aku pernah menanyakan hal itu kepada kamu. Berbulan - bulan yang lalu.
Sekarang pertanyaan itu kembali muncul.

Pertanyaan yang dahulu berandai - andai sekarang menjadi pertanyaan yang nyata.

Kalau aku, aku pernah ke dua tempat itu dan aku suka keduanya.

Ketika di pantai kita menemukan keindahan dan keceriaan.
Ketika di gunung kita menemukan kebersamaan dan kebahagiaan.

Bolehkah merasakan semuanya bersamamu @iybi ?

Tuesday, May 06, 2014

Gelar dan Loyalitas

Hey, apa kabar tim bola favorit kamu? Bukan suatu kalimat pembuka yang baik ya, mengingat perkembangan tim kamu menjelang akhir musim ini. Tapi jangan khawatir ya soalnya tim aku juga sedang mengalami masalah yang sama kok. Awal musim yang sempat memberi harapan ternyata berubah menjadi salah satu musim yang buruk.

Aku pernah bilang tidak kalau aku pernah suka dengan Arsenal?
Waktu itu Wenger baru saja ditunjuk menjadi pelatih Arsenal dan aku baru saja bersedih karena pemain favoritku pada saat itu baru saja mengundurkan diri. Aku tidak terlalu mengetahui tentang Arsenal pada saat itu selain dari pada 4 pemain belakang yang tangguh dan kesemuanya adalah pemain Inggris. Tidak lama setelah itu Wenger mulai melakukan pembelian pemain untuk melengkapi timnya.  Yang aku masih ingat adalah salah satu pemain yang dibeli, Marc Overmars. Kebetulan aku suka Overmars karena dia adalah pemain dari Ajax, klub sepakbola favoritku pada saat itu, dan dia punya kecepatan dan kemampuan dribble yang bagus. Belum lagi ditambah Dennis Bergkamp.  Maaf ya jika nama-nama pemain ini sedikit membingungkan. Mereka memang pemain-pemain lama.

Saat itu pun aku sering nonton Arsenal. Siapa yang sangka pada musim itu Wenger bisa membawa Arsenal menjadi juara liga Inggris sekaligus dengan piala FA. Ditambah dengan gaya bermain yang mempesona, jadilah pada saat itu aku seorang suporter dadakan Arsenal.

Tapi itu semua sudah lama berlalu. Semenjak gelar juara itu masih ada banyak gelar-gelar lainnya yang direbut Arsenal kan? Sampai pada tahun 2005 ketika Arsenal ngebut gelar terakhir mereka di piala FA. Dan sampai 2014 ini Arsenal belum merebut gelar lagi. Tapi sekarang kesempatan itu ada kan?  Masuk final piala FA berarti tinggal selangkah lagi dari akhir penantian selama sembilan tahun. Bukan berarti Arsenal pasti juara ya. Cuma memang menurutku ini sebuah kesempatan emas. Tanpa bermaksud mengecilkan kemampuan lawan di final nanti Arsenal masih lebih tangguh dari lawannya nanti. Tapi tolong ya jangan meremehkan juga, tim aku kadang-kadang suka meremehkan dan berakibat kekalahan.

Tapi yang paling aku kagum adalah kamu tetap mendukung Arsenal walaupun dia tanpa gelar selama sembilan tahun. Ada pendukung yang mungkin sudah berpindah haluan dengan mendukung klub lain. Mungkin dengan mendukung klub lain mereka dapat melihat klub yang mereka dukung meraih gelar.

Aku juga pernah mengalami hal yang sama saat mendukung Barcelona. Sekarang mungkin orang melihat Barcelona adalah klub yang tangguh, namun tidak demikian di awal dekade 2000-an. Aku masih ingat Barcelona sering kalah sampai bisa berada di papan tengah klasemen.

Ketika Real Madrid pun bisa mengalahkan mereka di kandangnya sendiri.
Ketika pembelian lebih terlihat seperti menghamburkan uang.

Tapi entah mengapa aku tetap menonton dan tetap bersama.  Kalah bukan lagi menjadi hal yang sedih, namun menjadi hal yang harus diubah. Sebuah klub yang termasuk klub terbesar di Spanyol sekarang menjadi klub yang bisa dengan mudah dikalahkan. Sedih sih waktu itu,  apalagi selama beberapa musim Barcelona tanpa gelar. Tapi kesabaran selain ada batasnya ternyata juga berbuah hal yang manis. Setelah tanpa gelar selama beberapa musim akhirnya Barcelona bisa meraih kembali gelar liga, bahkan setahun setelahnya bisa meraih gelar liga Champions,  yang sayangnya mengalahkan tim kamu di final.

Tapi sudah cukup membicarakan klub aku, tulisan ini kan tentang dukungan tanpa batas kamu terhadap Arsenal kan?
Ada satu pertandingan penentuan untuk mengakhiri penantian terhadap gelar.
Hasil akhirnya aku belum tahu,  bisa saja tim kamu menang atau bisa saja tim kamu kalah.

Yang aku tahu menang atau kalah kamu tetap mendukung mereka.

So,  c'mon @iybi my goonerette

Never give up,  always cheer up.

Thursday, April 10, 2014

Baju Biru

Sinar matahari tidak terlalu terlihat, iringan awan kelabu yang mengarak di atas langit menutupi sinarnya. Tidak ada kehangatan pagi hari seperti yang ia rasakan beberapa bulan lalu. Namun itu tidak menghalanginya untuk terus berlari. Keringat mengucur deras dari keningnya dan ia terus berlari. Telapak kakinya kadang menyentuh pasir yang padat, kadang pasir - pasir itu begitu lembut sehingga menelan injakannya. Kadang - kadang ia harus berlari menyamping agar tidak terkena ombak yang meluncur jauh ke bibir pantai. Terkadang pula ia menerjang ombak yang walaupun terasa berat tapi terasa sangat menyenangkan.  Ia memang sedang berlari di sebuah pantai di Selatan pulau Jawa bagian Barat. Pagi itu pantai tampak sepi, ia sangat menikmati larinya seakan - akan kesepian pantai itu telah disiapkan untuk jalur larinya.

Entah sudah berapa jauh ia berlari saat ia menemukan beberapa hal menarik di bibir pantai. Ada anak - anak kecil yang bermain pasir pantai bersama orang tuanya. Tawa anak - anak itu terlihat lepas. Ada juga orang - orang yang sedang bermain dengan ombak. Semua orang yang ia lihat memiliki kesamaan, mereka sedang bahagia.

Setelah hampir satu jam akhirnya ia kembali juga ke tempat awal ia berlari, teman - temannya sibuk menanyakan dirinya yang tiba - tiba menghilang sesaat setelah mereka menginjakkan kaki di pantai. Ia hanya tersenyum, untuk kemudian langsung menarik salah seorang teman perempuannya yang badannya cukup kecil untuk dibawa menerjang ombak.

Byuur.

Dan suasana semakin ceria, mereka berlomba - lomba menarik teman - temannya menerjang ombak.

Setelah bermain dengan ombak ia mulai merasa lelah dan memutuskan untuk duduk - duduk di pinggir saja. Tiba - tiba wajahnya tersenyum tanpa sebab yang jelas dan itu mengundang tanda tanya temannya yang sejak tadi memang memperhatikannya.

"Hey Bi, senyum - senyum aja dari tadi, kenapa sih ?" tanya Ben yang penasaran.
"Eh, gak ada apa - apa kok. Itu, gw lagi lihat si Vic sama Ola senang banget main ombak." jawab Abi sedikit terkejut, tak menyangka akan pertanyaan itu.

Namun dia masih ingat dengan jelas kejadian pagi itu. Penyebab segala senyum yang menghiasi wajahnya sampai sekarang.

Pagi itu atau mungkin lebih tepat disebut subuh itu dia dan semua teman - temannya sudah bangun. Jam empat pagi memang bukan waktu yang biasa untuk bangun, tidak juga pada saat dia kuliah. Namun subuh itu mereka harus bangun karena perjalanan mereka  menuju pantai tempat mereka akan melihat matahari terbit cukup jauh. Ditambah lagi mereka belum tahu jalan menuju pantai tersebut. Jadi untuk mengantisipasi adanya kejadian - kejadian yang tidak diinginkan seperti tersesat mereka memutuskan pergi lebih awal.

Awalnya perjalanan itu seperti perjalanan lainnya, mereka menyusuri jalan aspal yang lumayan bagus dan jalan yang cukup lengang. Tidak sekalipun mereka bertemu rombongan lain yang akan menuju pantai tersebut. Awalnya mereka mengira bahwa dengan demikian pantai yang akan mereka datangi pasti akan sepi. Kapan lagi punya pantai pribadi, pikir mereka.

Diluar dugaan ternyata perjalanan menuju pantai yg awalnya mulus adalah sebuah penyambutan yang sedikit menipu. Setelah perjalanan yang mulus di awal tidak lama kemudian mereka disambut dengan jalanan yang berlumpur. Patut diketahui bahwa perjalanan mereka ini berlangsung saat musim hujan dan sehari sebelumnya hujan turun dengan deras. Jadi jalanan berlumpur hari itu adalah akibat dari semalam. Perjalanan menjadi lambat, mereka harus berhati - hati agar tidak terpeleset. Mereka juga harus berjuang ketika alas kaki mereka terbenam dan kadang - kadang tertinggal di genangan lumpur.

Waktu berlalu dengan cepat, langit mulai terang dan angan mereka untuk melihat matahari terbit dalam keadaan terancam. Suasana mulai ramai dengan munculnya rombongan-rombongan lain dari belakang mereka. Ternyata pantai tidak akan menjadi milik mereka pribadi.

Jalan tidak semakin membaik, lumpur masih menjadi sahabat perjalanan. Abi sudah berhati-hati sejak awal ketika jalan mulai berlumpur. Jangan sampai jatuh pikirnya atau aku akan ditertawakan. Ia merasa sandal yang dipakainya sangat tidak membantunya melewati jalanan berlumpur ini. Ben yang selalu berjalan di belakangnya selalu membantu ketika ia kadang-kadang hampir hilang keseimbangan dan terpeleset.

Ah, berapa lama lagi aku harus berjalan. Tidak tampak tanda-tanda pantai pula, pikir Abi.
Tampaknya sandal ini kulepas saja, dia lebih banyak membawa kesulitan di jalan berlumpur ini, gumam Abi sambil melepas sandalnya.
Tanpa sandal terasa sedikit lebih mudah dibandingkan memakai sandal, namun Abi tetap harus berhati-hati.

"Eh, aku pinjem bahunya ya." kata Abi sambil menyandarkan tangannya kepada bahu orang yang berjalan di sebelahnya. Saat itu jalanan sedikit licin dan Abi butuh bantuan agar tidak terjatuh dan tetap bersih saat sampai di pantai nanti.
"Terima kasih lho." setelah berhasil melewati rintangan.
"Sama-sama mbak." ujar sebuah suara pria asing di samping yang ternyata bukan Ben.

Abi kaget, dia kira orang yang ia pinjam bahunya untuk menyandarkan tangannya adalah Ben, ternyata bukan. Pria itu lebih tinggi darinya, ia juga terlihat seperti sedang berlibur ke pantai ini dan dilihat dari wajahnya tampaknya ia juga masih mahasiswa.
Dalam hati Abi merasa malu. Kenapa dia bisa tidak sadar, padahal dia tadi sudah merasa aneh ketika menyandarkan tangannya dan merasa bahu Ben lebih tinggi dari biasanya. Tanpa sadar wajahnya merona merah.

"Mbak, sandalnya dipakai saja lagi kita sudah mau sampai." kata pria asing itu mengingatkan sambil tersenyum dan kemudian berlalu.
Abi semakin salah tingkah, tapi ia berhasil mengendalikan dirinya dan mengucapkan terima kasih atas saran pria itu.

Tidak berapa lama terdengar suara tertawa yang ditahan, ternyata Ben yang ada di belakang.
"Woy, kenapa ga bilang sih? Gw jadi malu kan, gw kira lo tadi di sebelah gw." ujar Abi kepada Ben.
"Hahaha, dari tadi juga gw di belakang lo, nah pas lo ngomong minjam bahu gw kira lo tahu siapa orang yang ada di sebelah lo." kata Ben masih sambil tertawa.

Masih merasa malu atas kejadian tadi Abi pun meneruskan perjalanannya dan berharap Ben tidak menceritakan kejadian memalukan tadi kepada yang lain.
Ternyata pria tadi benar, pantai ternyata sudah dekat. Ia mendengar suara debur ombak, tanah berlumpur sudah menjadi pasir pantai.
Dan terhamparlah pasir putih pantai di hadapannya, di sebelah kirinya terhampar gugusan karang yang diterjang ombak.
Tidak sia-sia perjalanan melewati tanah berlumpur tadi, pemandangan yang ada di depan dan sekelilingnya adalah hadiah yang luar biasa. Salah satu karya lagi dari sang pelukis agung di atas.

Abi kembali tersadar dari lamunannya.
Ia masih tersenyum. Ben sudah meninggalkannya dan sedang bersama teman - teman mereka yang lain larut dalam kesenangan bergulung dengan ombak.
Jauh dalam hati kecilnya ada pertanyaan, apakah ia akan bertemu kembali dengan pria itu. Hanya saja ia lupa bagaimana rupa pria itu.

Ia hanya ingat senyum terakhir dan warna baju yang dipakainya.
Baju berwarna biru.

Wednesday, March 19, 2014

Halo Fit Run (5K)

1 lagi tulisan yang telat, harusnya dari bulan - bulan (baca : tahun) kemarin. Tapi dengan banyaknya kesibukan (alasan yang sengaja dibuat) tulisan ini baru bisa selesai sekarang.

Kalau dilihat dari judulnya harusnya sudah bisa ditebak, ya betul, tulisan ini tentang lari 5K pertama saya.
Pertama ? Betul, saya belum pernah mengikuti acara seperti ini sebelumnya. Jadi Halo Fit Run inilah yang pertama. Saya lupa bagaimana awalnya saya bisa tahu tentang acara ini. Yang pasti karena saya sangat bersemangat hampir setiap hari saya memeriksa situs Halo Fit Run.
Selain itu saya mulai aktif mencari informasi yang dibutuhkan untuk persiapan lari 5K ini. Saya memang seorang pemula dan saya tidak ingin melalui lari 5K yang pertama dengan kegagalan. Juara memang bukan target saya, saya ingin menyelesaikan lomba ini dengan mengetahui kemampuan saya sendiri.

Beruntunglah kita di jaman internet ini, tinggal ketik "persiapan 5K" di google, tekan enter. Dan seperti berbelanja saja, kita tinggal pilih yang kita butuhkan.
Kalau boleh membantu, pada intinya semua mengatakan hal yang sama, kemauan dan latihan.

Yang pertama adalah kemauan. Hal yang saya sampaikan pertama ini adalah yang terpenting dalam persiapan ini. Kita dapat mencari berbagai cara latihan, teman - teman untuk teman lari dan juga perlengkapan lari. Namun kita perlu kemauan untuk memulai semua itu.
Jika kita adalah seorang pekerja kita pasti mempunyai waktu yang terbatas, tapi jika kita memiliki kemauan yang kuat kita akan mampu menempatkan waktu latihan ditengah - tengah kesibukan.
Kemauan juga yang membuat kita tetap berlari ketika badan sudah tidak mau bekerja sama. Akan ada persaan untuk menyerah, tapi kemauan kita untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai akan membuat kita merasakan kepuasan tersendiri saat menyelesaikan lomba.

Latihan juga diperlukan, terutama untuk pemula. Tidak semua mempunyai dasar yang kuat untuk memulai 5K, ada pemula yang biasa lari di sekitar rumah, ada yang di treadmill untuk menjaga berat badannya dan tipe - tipe pemula yang lain.
Latihan ini sedikit banyak berguna untuk mengetahui akan seperti apakah kita saat lomba nanti.
Apakah kita akan melalui garis finish ?
Apakah kita mampu menyelesaikan lomba ?
Apakah kita dapat terus berlari non stop ?

Baik, terima kasih telah mendengarkan ceramah saya :)

Jadi, Halo Fit Run ini adalah Halo Fit Run yang kedua setelah yang pertama diadakan di Jakarta. Proses pendaftaran dilakukan secara online.
Ada cerita lucu saat proses pendaftaran ini. Saat tiba di proses pengiriman bukti pembayaran, saya tidak menemukan tombol "submit" untuk melanjutkan proses itu. Karena saya rasa itu hanya kesalahan sementara akhirnya saya mencoba di rumah (sebelumnya saya mencoba di kantor). Ternyata di rumah juga tidak ada tombol "submit".
Keesokan harinya saya mencoba dengan komputer lain, kembali di kantor dan masih tidak ada juga. Saya mulai panik, apakah saya melakukan kesalahan dalam proses pendaftaran ?
Kemudian saya mencoba melihat twitter penyelenggara, Halo Fit Run, mungkin ada yang mengalami masalah seperti saya. Ternyata, betul, ada seseorang yang mengalami musibah masalah seperti saya dan dia dianjurkan untuk memperbaharui flash di browsernya. Tiba saya langsung kepikiran satu buah komputer canggih di kantor yang menurut saya cukup update. Dan ... ... ... berhasil :)
Satu penyebab sepele dan saya hampir gagal menjadi peserta.

Persiapan latihan saya tidak terlalu mulus untuk lomba ini. Karena saya bekerja saya lebih suka lari pagi, sedangkan penghalang terbesar saya untuk lari pagi adalah bangun pagi. Alhasil banyak latihan yang bolong dan sukses membuat saya ragu apakah saya bisa menyelesaikan lomba.

Sehari sebelum lomba saya mengambil race pack di tempat yang telah ditentukan. Pengambilan race pack hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan memang tidak banyak yang datang di jam tersebut.
Saya juga membeli sepatu lari, yang terbantu dengan adanya sale liburan sekolah. Sebenarnya tidak dianjurkan membeli sepatu lari sebelum perlombaan. Kaki butuh beradaptasi dengan sepatu yang baru, jadi sebaiknya jika ingin memakai sepatu baru gunakanlah sejak beberapa bulan sebelum lomba.

Saya tidur cepat sehari sebelum lomba. Karena ini lomba pertama saya, saya tidak ingin kurang persiapan dan diburu - buru oleh waktu. Saya juga punya waktu istirahat lebih banyak dan dapat tiba di tempat lomba lebih cepat dari waktu start lomba. Dengan begitu saya punya waktu untuk pemanasan dan mengetahui apa suasana lomba (maklum pemula).

Tempat start lomba adalah daerah Gasibu. Di Bandung terkenal dengan tempat berkumpulnya pembeli dan penjual saat minggu pagi. Tapi rupanya panitia sudah mengantisipasi dengan membuat steril beberapa area agar tidak ada orang yang berjualan. Garis start dan finish berada tepat di depan landmark kota Bandung, Gedung Sate. Booth sponsor, tempat penitipan barang, informasi jalur lomba dan photo booth berada di sepanjang jalan setelah garis start.

Saya memutuskan untuk memulai lomba dari posisi tengah - tengah. Sadar karena saya bukan yang tercepat, tapi juga bukan yang terlambat (percaya diri).
Begitu tanda lomba dimulai saya berlari santai, saya tidak ingin kehabisan tenaga di tengah jalan.. Sampai di persimpangan Dago - Cikapayang kita mulai bersaing dengan mobil - mobil yang lewat, bukan hanya dengan pelari lain. Jalur yang dilalui setelah itu adalah jalur yang menurun, jadi saya dapat menambah kecepatan tanpa harus mengeluarkan tenaga lebih. Setelah itu kita melewati jalan R.E. Martadinata atau yang lebih dikenal dengan jalan Riau. Tipe jalannya mendatar, sehingga saya kembali berlari dengan santai. Di akhir - akhir lomba ternyata ada perubahan jalur, yang seharusnya diteruskan sampai ke jalan Diponegoro ternyata sudah berbelok di jalan Cisangkuy. Karena sadar akan segera mencapai garis finish saya meningkatkan kecepatan lari saya.

Akhirnya finish.

Waktu : 23 min 58 sec

23 menit 58 detik. Tidak terlalu buruk untuk pemula seperti saya. Sayangnya setelah bertemu dengan saya, saya mendapat kabar bahwa jarak tidak tepat 5K, melainkan kurang. Tapi tidak apa - apa, sekarang saya tahu bagaimana rasanya berlari dalam lomba.

Saya senang dapat melewati lomba ini tanpa menyerah pada godaan - godaan untuk berhenti berlari.
Lomba ini menjadi lomba pertama saya, tapi saya pastikan ini tidak akan menjadi yang terakhir.

Never give up


Keep running my friend

Friday, March 07, 2014

Besok

Jen.

Dut.
Aku terhibur. Selama penantian menunggumu di sini, aku terhibur.
Ah, aku bingung harus mengucapkan apalagi selain terima kasih atas suratmu yang terakhir.

Bulan Maret ternyata turut membantu pertemuan kita. Buktinya sekarang sudah bulan Maret dan kalau memang benar tidak terasa besok adalah pertemuan kita.

Kalau memang namamu saja membantu namaku untuk menjadi sebuah nama baru, aku juga akan membutuhkan kamu untuk menjadi sebuah hidup baru.

Kalaupun Bandung dingin, semoga di sisiku tidak membuatmu merasa lebih dingin.

Aku ingat semua.
Cokelat,
es krim,
nama panjang,
jalan - jalan.

Masih menunggu.

Aku.




Saturday, March 01, 2014

Si Tersembunyi

Halo kamu yang tersembunyi,

Ini surat balasan untuk surat kaleng yang kamu kirimkan di hari Jumat yang lalu.

Sejujurnya aku terkejut karena tidak menyangka akan mendapat surat kaleng. Mungkin lebih cocok kalau aku yang menjadi pengirim.
Sudahlah, aku berterima kasih atas surat itu. Aku jadi tersadar ada orang - orang yang membaca surat - suratku.

Mohon maaf kalau tahun ini surat - surat cinta yang harusnya aku kirimkan setiap hari malah tidak pernah hadir.
Aku sempat mengirimkan surat cinta di hari pertama, namun tidak di hari kedua. Sempat lagi aku mengirimkan surat cinta dan dilanjutkan dengan surat - surat yang tidak ada.
Sekarang sudah hari ke-29, benar kan ? Dan kalau kamu masih menunggu surat cinta dari aku inilah surat untukmu.

Terima kasih atas perhatiannya dan kepeduliannya.

Aku masih ingin menulis.
Aku akan terus menulis.
Aku akan menulis untuk kamu dan kalian dan juga aku.


@egbertz

Aku (Kamu)

Kamu,

Tampilan aku dari luar tampaknya tidak menarik sekali ya. Setelah menjadi si kurus penulis kisah sedih sekarang menjadi kue yang tipis. Tapi rasanya lezat dan kamu sangat menikmatinya. Semoga saja kamu tidak cepat bosan.

Mungkin karena merelakan lebih menentramkan dari pada memaksa.
Hey, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk selalu bersama dengan kita kalau itu hanya membuatnya tidak bahagia. Kebahagiaan menyaksikan seseorang bahagia baru kita dapatkan setelah kita benar - benar merelakan kepergiannya.

Kalau memang boleh aku akan mengajakmu ke gunung, tentu dengan memperhatikan kesehatan kamu juga. Kita ke gunung untuk menikmati, kalau kamu sakit tidak ada artinya. Aku tidak tahu apakah caraku menggambarkan gunung dan pantai akan sama dengan yang kamu rasakan atau orang - orang lain rasakan. Ada sesuatu yang menarik mengenai tempat - tempat itu yang aku berharap dapat dirasakan oleh semua orang.
Rasanya tidak tepat saja kalau orang - orang terlihat murung, sendu dan tidak tersenyum ketika berada di kedua tempat tersebut.

Karena aku sedang berada di Bandung jadi aku tidak berada di Indramayu. Iya, betul, Indramayou. You. Karena kamu yang berada di sana :D

Karena pelukan rasanya menentramkan jangan lepaskan pelukmu tiba - tiba ya.
Kalau kamu merasa lelah, ijinkan aku yang memeluk kamu.


Aku

PS : Aku menunggu :)

Thursday, February 27, 2014

Peluk

Jen,

Atau bisa juga berat badan kita ditambah terus dibagi dua. Ah, tapi kamu boleh bagi - bagi tips kok kalau tahu cara menaikkan berat badan. Kan tidak enak kalau suatu saat kamu butuh bahu atau dada untuk bersandar.

Kalau gitu pelukannya sebentar saja. Tapi berkali - kali :)
Padahal pelukan dapat membuat nyaman lho. Saat kita sedang sedih, sebuah pelukan dapat menentramkan hati.

Aku juga banyak melihat senyum hari ini dan sesuai keinginan kamu, semua itu senyummu.
Semua senyum yang kulihat hari ini membantuku melewati hari ini. Semua terasa ringan, semua membantu.
Terima kasih untuk senyum kamu dan yang lain.

Harus sepaket donk, kita harus usaha ya.
Nanti kita bersama - sama membuka paket hati di ujung waktu.

Terakhir kali menangis ?
Pernah di suatu masa saat aku merelakan seseorang.
Mungkin terlihat bodoh saat itu.
Itu air mata kerelaan.
Aku tidak tahu lagi apakah aku sedih atau bahagia.
Yang aku tahu saat itu adalah dia bahagia.

Kalau Februari berganti Maret tandanya aku semakin gugup. Soalnya kamu akan datang dan kamu sudah janji akan datang.
Aku sudah pasrah untuk mentraktir kamu es krim yang kamu minta.
Aku sudah siap mencuri sedikit - sedikit es krim yang kamu makan.
Aku sudah tak sabar menanti cokelat yang kamu bawakan.
Aku menunggu.

Di keramaian pantai kita bisa merasakan sepi yang menenangkan.
Sedangkan di kesepian gunung kita merasakan keramaian persahabatan.

Semoga dua kalimat di atas membuatmu yakin ikut denganku.


Mayo

PS : Kapan terakhir kali kamu ke gunung ?

Tuesday, February 25, 2014

Doa

Jen,

berarti doa kamu ampuh ya. Mungkin lain kali bisa digunakan untuk hal - hal lain, misalnya mendoakan aku supaya naik berat badannya atau supaya kita bisa bertemu bulan depan :)

Pelukan kamu berarti juga ampuh. Mungkin aku butuh sedikit saat kita bertemu, siapa tahu tim aku juga bisa menang saat bermain bola. Eh aku sudah cerita kan kalau aku dan kawan - kawan sedang semangat bermain bola. Rasanya, menyenangkan. Lelah, tetapi menyenangkan. Kalau bisa suatu saat kamu harus nonton saat kami bermain.
Dan kita berbahagia bersama, kamu di bangku penonton, aku di tengah lapangan.

Nah mengenai senyum di surat sulit juga untuk dijelaskan. Aku membayangkan kamu saja yang berbicara saat membaca suratmu. Mungkin ada kata - kata yang salah aku interpretasikan, tapi bagian senyum - senyum sendiri selalu ada.

Aku sudah mencoba dan akan selalu mencoba untuk tersenyum. Bukan hanya untukku, tetapi juga orang - orang di sekitarku. Hey, kita tidak pernah tahu bukan bagaimana senyum kita mengubah hari - hari seseorang. Kutunggu pula senyum kamu di bulan Maret.

Permohonan yang kamu baru tahu jawabannya di saat tua nanti ? Pasti permohonannya bagus, soalnya kamu butuh waktu untuk tahu apakah permohonan kamu dikabulkan apa tidak. Menyenangkan ya saat kamu tahu bahwa ada sesuatu jawaban atas permohonan yang kamu ucapkan, menanti kamu di ujung waktu.

Kalau boleh aku tambahkan, paket itu berisi hujan, rindu, lagu yang mengalun indah dan seseorang yang termenung di pinggir jendela. Tidak bersedih, tetapi tersenyum.
Aku mau kirim paket hati kita ke ujung waktu.
Untuk sampai ke ujung waktu hati kita akan melewati sekarang, besok dan hari - hari selanjutnya.
Akan sangat menarik ketika di ujung waktu kita melihat apakah hati kita masih sepaket.


Aku juga suka dua - duanya.

Di pantai aku melihat batu karang yang kokoh diterjang ombak, pemandangan indah yang serasa dilukis oleh seorang pelukis. Aku mendengar tawa ceria diantara deburan ombak.
Di gunung aku melihat bintang jatuh, awan yang berarak di bawah aku. Ya betul, di bawah aku, bukan di atas aku. Aku melihat pertemanan yang dimulai dari kata sapa. Di gunung juga aku melihat persahabatan yang tak kenal latar belakang.

Jadi kapan kita ke gunung atau ke pantai ?

Karena berdua pasti akan menyenangkan.


Mayo

PS :  Sudahkah kamu tersenyum hari ini ?

Sunday, February 23, 2014

Hujan

Jen,

Dut. Aku tersenyum sendiri saat membaca dua kata pertama suratmu. Hey, kamu memberiku senyum di saat yang paling tepat. Tim favoritku tadi malam kalah, tapi musim masih panjang kan, walaupun perjuangan akan lebih berat.
Tim kamu sendiri apa kabar ? 
Kamu menghitung jumlah terima kasih yang kita tulis di setiap surat ? Kukira hanya surat - suratku yang kamu tunggu, ternyata kamu juga memperhatikan kata - kata yang aku gunakan.

Aku sedang membayangkan menjadi teman - temanmu, sedang sibuk - sibuknya belajar atau sedang sibuk mengobrol dengan yang lain dan tiba - tiba dikejutkan dengan kamu yang senyum - senyum sendiri. Padahal obrolan sedang serius. Pasti lucu sekali. Dan tentu saja aku akan menggodamu, menanyakan apa sih yang mampu membuatmu senyum - senyum sendiri.

Senyum itu harus tetap ada ya, kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun. Mungkin badai akan berubah menjadi pelangi. Haha

Nah, tentang si es krim itu, aku benar - benar lupa kalau tim aku yang menang. Tapi tenang saja, aku pasti akan mentraktir kamu, sesuai janjiku. Aku hanya akan mencari kesempatan untuk ikut mencicipi es krim itu saat kamu lengah. ;)

Bintang jatuh.
Ya, aku pernah melihatnya di suatu masa yang lampau.
Kamu tahu kan apa kata orang kalau melihat bintang jatuh, kamu harus membuat permohonan. Waktu itu aku juga membuat permohonan. Jadi, ada apakah antara kamu dan bintang jatuh ?

Aku sedang tidak berada di Bandung. Ada pekerjaan yang membuat aku harus berjalan - jalan sejenak. Coba kau bisa ikut denganku, mungkin kita bisa jalan - jalan menjelajahi kota ini.

Kamu bilang Jakartamu sedang hujan.
Di kota ini juga sedang turun hujan, berkali - kali dalam satu hari.
Apakah ini tandanya aku lebih merindumu ?

Mayo

PS : Kamu suka gunung atau pantai ?

Friday, February 21, 2014

Senyum

Jen,

masih tertawa ?
Semoga nama - nama lucu kemarin cukup untuk stok tertawa sepanjang tahun ya. Jadi kamu sulit untuk bersedih. Aku masih tetap salut atas nama - nama panggilan yang bisa - bisanya kamu temukan. Dan aku yakin sebelum 30 hari ini pasti akan ada nama panggilan lagi.

Melengkapi.
Kata yang terdengar sangat nyaman.

Kamu membuka dan aku menutup.
Hei, tidak ada yang lebih cocok dari pada itu.

:)
Itu senyumku. Senyum yang selalu muncul saat aku membaca surat - surat kamu. Entah di pojok ruangan kerja, aku lakukan sambil sembunyi agar tidak dilihat atasanku. Entah di suatu perjalanan saat melihatnya di handphone aku.
Bisa tersenyum adalah sesuatu yang istimewa. Banyak orang susah tersenyum ketika menghadapi sesuatu yang sulit. Kadang - kadang aku juga sulit tersenyum. Tapi aku menemukan dengan tersenyum kita bisa melihat sesuatu dengan berbeda. Saat tersenyum keadaan tidak lagi menjadi sulit, masalah bisa dicari solusinya dan masih banyak lagi. Kamu sudah tersenyum hari ini ?

Mengenai tidak pernah puas mungkin akan cocok digabungkan dengan kata bersyukur. Ada saat - saat kita tidak boleh merasa puas, karena kita yakin kita dapat melakukan dengan lebih baik lagi. Bersyukur ketika kita melihat kita mendapatkan lebih dari apa yang orang lain dapatkan.
Mungkin dengan bersyukur kita bisa setia.
Mungkin.

Aku ?

Aku berterima kasih.
Aku juga berdoa.

Dan kamu hadir.


Mayo

PS : Maafkan atas kelalaianku. Waktu itu masih dalam suasana euforia kemenangan tim aku. Nanti boleh minta es krimnya ?

Wednesday, February 19, 2014

Setahun

Hai Sa,

kaget ya ?
Surat terakhir untuk kamu sudah hampir setahun yang lalu.

Apa kabar dirimu sekarang ?
Kalau aku boleh berasumsi sih, harusnya kamu sedang merasa bahagia. Bahagia sejak menemukannya.
Atau sejak dia menemukanmu. Tapi sama saja, kalian berdua pasti sedang bahagia.

Kalau begitu aku juga turut berbahagia. Hal yang tidak mudah dilakukan di awal tapi mampu berjalan dengan baik pada akhirnya.
Segala sapa yang pernah ada sekarang tiada. Hanya ada ragu dan segan di saat jumpa.

Tapi aku sudah berjalan lagi. Tidak, aku tidak terpuruk. Masa - masa seperti itu sudah lewat sejak lama.
Sekarang aku hanya terhenti sesaat, menoleh ke belakang. Menyadari bahwa ada hal - hal indah yang pantas menjadi kenangan.
Kemudian aku berbalik ke depan dan aku juga menyadari ada hal - hal indah yang harus diperjuangkan.

Kamu sudah berjuang dan mendapatkannya.
Sekarang giliran aku.

Terus berbahagia ya.


Aku

Es Krim

Hei kamu,

semua kalimat pembuka suratmu selalu penuh dengan kejutan.

Kalau bagian itu aku menyerah kalah, kok kamu gampang ya menemukan panggilan - panggilan unik untukku.

Kalau aku hanya menemukan seperti ini,

Jenni : Jen Nona Tani
Jen Cibi : Jen Ci (dibaca : Si) Bidadari
Jen Oyang : Jen nya Mayo Sayang

oke, oke, lupakan yang terakhir. Sekarang ini lebih terbaca seperti surat komedi bukan surat cinta. Hahaa

Aku, romantis ? Kamu pasti tahu aku membacanya dengan tersenyum malu. Untung saat membaca suratmu ini aku sedang sendiri. Pasti aku akan ditertawakan kalau tiba - tiba ada yang memergoki aku senyum - senyum sendiri. Berarti kita sama, suka tersenyum - senyum sendiri, hanya berbeda hari.
Terima kasih ya atas pujiannya. Aku anggap itu pujian karena aku hanya berusaha menjadi diri sendiri saat menulis surat - surat ini.

Untung aku tidak terbang lagi saat membaca kata - katamu. Lagian kalau kamu sudah kembali menapak di bumi kenapa aku harus terbang ?
Dan mengenai satu diantara semilyar ? Semoga itu bukan hanya bayangan kamu saja.

Tampaknya banyak yang aku tidak tahu. Ternyata kesetiaan kepada tim favorit tidak bisa dibandingkan dengan kesetiaan pada pasangan.. Akan lebih baik kalau mereka bisa setia kepada dua - duanya. Hey, semoga kamu bisa menemukan pria seperti itu ya. Yang setia, dalam suka maupun duka.

Benar juga, aku memang punya kehidupan. Sudah saatnya aku melihat ke depan.
Di depan aku ada kamu.
Kamu yang sudah tidak di atas lagi dan sudah menapak kembali.

Dan beberapa belas hari yang akan datang akan berlalu dengan cepat. Besok aku sudah akan mendapatkan surat dari kamu lagi kan ? Secepat itulah waktu berlalu.
Surat demi surat dan yang aku tahu selanjutnya adalah kamu hadir.



Aku


PS : aku tunggu traktiran es krimnya. Kiriman cokelat tetap berlaku ya ;)

Monday, February 17, 2014

Senang

Jen,

Bakatku baru muncul ketika dalam keadaan terdesak. Biasanya sih aku memang kalah dulu, setelah itu barulah aku bangkit dari kekalahan dan menang. Yah, kalau dalam sepak bola aku baru buat gol kemenangan di menit - menit terakhir. *alibi* *biasa jagoan kalah dulu*

Setia.

Satu kata yang tidak mudah dan sering diucapkan tapi tidak dilakukan. Aku mengerti Jen.

Mungkin ada banyak pria yang lebih setia kepada tim sepak bola kesayangannya dibanding pasangannya.
Mungkin ya, soalnya sekarang - sekarang banyak pria yang berganti tim favorit dengan mudahnya, istilah kerennya glory hunter. Apalagi alasannya kalau bukan gelar, mereka tidak tahan kalau diejek oleh teman - temannya ketika tim mereka tidak dapat gelar bertahun - tahun.
Tapi mendukung bukan hanya masalah gelar kan ? Gelar bukan sesuatu yang dapat diraih secara instan, hanya dengan satu dua pertandingan. Gelar diraih melalui perjalanan panjang pertandingan demi pertandingan dalam satu musim.
Makanya dinamakan pendukung, bukan penonton. Pendukung mendukung timnya sepanjang musim, menang ataupun kalah.
Eh, aku tidak bermaksud menyindirmu dan tim kesayanganmu lho.

Yang aku tahu kamu tetap mendukung mereka biarpun mereka tanpa gelar.

Kamu     ...    setia.

Kota yang berbeda dan di pulau yang sama. Dekat tapi jauh. Tapi aku senang kamu sudah kembali lagi.
Hey, tidak lelah kok melihat terus - terusan ke atas. Aku bukan sedang melihat pesawat atau melihat awan atau benda - benda apapun di langit biru.

Aku melihat kamu.

Menyenangkan katamu saat terbang ke langit ketujuh, menyenangkan kataku saat melihat kamu senang saat terbang.


Mayo
 
PS : kenapa bulan depan terasa lama ya ?

Saturday, February 15, 2014

Kamu

Dear Jen,

tuh kan, kamu ketemu lagi nama panggilan buat aku. Aku belum menemukan nama panggilan tambahan buat kamu.

Mengenai surat, itu lebih karena aku merasa memang telat. Kalau memang salah kan kita tidak perlu mencari alasan. Yang kita perlu adalah mencari solusinya yang berarti aku harusnya tidak boleh mengirimkan surat yang terlambat. Tapi apa daya, tidak bakal telat kok. Hanya sedikit mepet saja.

Dan sesuai dengan keputusan kantor pos cinta, surat aku tidak pakai jampi - jampi. Haha.

Cokelat dari kamu pasti aku tunggu dengan senang hati. Waktu bukan kendala, jarak bukan masalah. Intinya, tetap saja aku menunggu cokelat darimu :)

Nah kalau mengenai masalah tim itu memang berat. Kita kan setia dengan tim masing - masing. Setia berarti mendukung tim kita menang atau kalah. Harusnya masih menang Barcelona :D

Aku masih di bawah, senang melihatmu terbang dengan tenaga baru. Senang melihatmu bahagia. Ingin juga menemani kamu terbang di atas sana.

Tapi aku kan sedang menunggu oleh - oleh dari kamu, berarti aku tidak boleh kemana - mana dulu.

Oleh - olehnya cukup kamu.

Kamu yang kembali dari langit ketujuh.

Cukup kamu.

Mayo

PS : bagaimana rasanya terbang di langit ketujuh ?

Thursday, February 13, 2014

Kebanggaan

Jen,

benar juga. Aku belum pernah menanyakan mengenai asal usul namaku. Apakah mungkin nama itu muncul secara acak entah dari mana ? Atau memang ada hubungannya dengan mayonaise yang kamu sebut itu.

Kamu pantas ngambek, Jen. Kamu yang pernah bilang bahwa suratku adalah salah satu hal yang kamu tunggu dan ternyata datang terlambat. Bayangkan, sesuatu yang kita tunggu - tunggu datang dengan terlambat. Aku tidak akan mencari alasan mengenai keterlambatan suratku. Kamu tidak sepantasnya mendapatkan surat yang terlambat. Maafkan aku ya.

Akan kupinjamkan. Atau lebih baik lagi akan kubawakan ya. Anggap saja caraku menebus rasa bersalahku terhadap surat yang terlambat itu. Hehe.

Aku beda dengan pria kebanyakan ? Aku tersanjung sekali, walaupun aku belum tahu apakah aku berbeda dalam hal yang baik atau buruk.

Mengenai cokelat, aku suka hampir semua cokelat. Tapi hampir semua cokelat yang aku suka adalah cokelat yang manis. Entah kenapa aku belum terbiasa dengan cokelat pahit. Dan dari sekian banyak pilihan cokelat manis aku pilih cokelat putih. Ambigu sekali ya. Cokelat kan berwarna cokelat, putih ya putih. Haha. Tapi aku memang suka sekali cokelat putih. Kamu suka cokelat seperti apa Jen ?

Aku jadi ingin berharap tim kita bertemu. Aku menantikan saat kita berduaan, asik sendiri dengan melihat hal yang sama dan menikmati hal yang sama, bersebelahan. Hey, dengan begitu aku akan ada disisimu saat tim kamu kalah. Jangan sedih ya :)

Terima kasih atas nasihatnya ya mengenai debu - debu itu.

Iya sih, air mata rasanya asin. Aku rasa ia juga tidak cocok untuk wajah manismu. Kalau begitu jangan basahi wajahmu dengan air mata ya, aku masih ingin melihat manis wajah itu.

Aku suka perubahan, apalagi perubahan yang menyegarkan Jen.
Tapi sebelum aku jawab, aku ingin mengingatkan mengenai cerita saat aku bertanya kenapa kamu suka bola. Masih ingat dengan kata ini ?

Bahagia.

Bermain dan menonton bola membuatmu bahagia.

Aku juga.

Aku juga pernah bilang kamu adalah salah satu tokoh di kisah bahagiaku.


Jadi..
Bersamamu..
Bermain bola di atas rumput di dalam hatimu ?


Suatu kebanggaan aku boleh mendapatkan kehormatan itu.
Tentu saja :)


Mayo

Sabar

Hai sabar.

Apa kabarnya kau yang yang sangat setia bersamaku ? Terlalu setia sampai kita disebut bodoh oleh orang - orang yang tidak mengenal kita.

Masih ingat sewaktu kita tetap bekerja saat yang lain mengundurkan diri ? Saat orang - orang mengatakan cukup kepada kesewenang - wenangan, kita berdua tetap setia. Kita tidak pergi kemana - kemana. Kita menerima hari demi hari, tiap langkah yang terasa berat.

Selalu terpikir apakah ada sesuatu menanti di akhir ketika kita bersama. Banyak yang berkata akhir dari kebersamaan kita adalah kemarahan. "Orang sabar ada batasnya" begitulah kata - kata yang selama ini sering kita dengar.
Apakah tidak ada akhir yang baik ketika waktu dan kebersamaan kita telah selesai ?

Ada akhir yang bahagia ketika kita harus berpisah.

Jadi tidak perlulah kau bersedih kawan. Perpisahan membawa kita kepada permulaan cerita indah dengan tokoh - tokoh lain. Dan engkau, sabar, akan bertemu dengan orang lain yang akan setia bersamamu, bahkan saat disebut bodoh oleh orang - orang lain.

Siklus ini akan berulang dan kita akan selalu mengenang kebersamaan kita yang diakhiri dengan cerita indah.

Tuesday, February 11, 2014

Membantu(mu)

Halo nona tani,

suratku sudah datang, jadi kamu tidak boleh tidur lagi. Selamat membaca.

Ah sayang sekali kalau begitu. Tapi aku beritakan kabar baik, aku punya komik Shoot!, tidak lengkap sekali sih. Tapi aku yakin kamu akan suka membacanya. Pada saat aku SMP keadaan juga sama, terlalu banyak suka dengan komik dianggap tidak bergaul. Coba bayangkan apa kata mereka sekarang kalau mereka pergi ke toko buku, pergi ke bagian komik anak dan melihat jumlah komik yang ada ;)

Apa ?? Kecupan untuk suratku dari teman - temanmu yang laki - laki ? Apakah mungkin yang kutuliskan di suratku adalah apa yang ada dalam pemikiran mereka ? Mungkin mereka juga merasakan rasa yang sama denganku. Kalau begitu ijinkan aku berterima kasih atas pujian mereka. Eh, itu pujian kan ? Hahaha.

Kalau sekarang aku masih menyinggung mengenai pria kurus penulis kisah sedih apakah itu akan membuat cokelat yang aku dapat menjadi triple ? Tampaknya secuil cokelat darimu pun sudah cukup untuk mengubah kisah sedih menjadi kisah bahagia.

Mungkin akan seru ya kalau kita saling menyurati ketika tim kita bertemu di liga champions. Terbayang olehku isi surat akan didominasi oleh pembicaraan mengenai taktik, strategi, pemain yang akan dipasang, dan lainnya. Semoga siapapun yang menang surat kita tetap berlanjut. Hey, mungkin kalau tim kamu bertemu dengan tim yang aku tidak suka aku akan ikut mendukungnya.

"Anak manis tidak menangis"

Jen, menangis tak selamanya mengandung kesedihan. Carilah tangisan yang mengandung kebahagiaan.

Debu di hatiku ? Mungkin ada.
Ada debu - debu yang mengkristal dan kubiarkan, tersimpan di masa lalu hati. Dan jika kamu mau membantu membersihkan hatiku dengan senang hati aku akan menyambutmu.
Ingat tidak, bahwa aku pernah mengundangmu untuk datang. Kamu adalah tamuku sekarang. Aku mau kamu merasa nyaman.

Jadi berdasarkan ceritamu, menurutku tanah gersangmu yang keras, kering dan berbatu itu harus dikembalikan menjadi tanah subur seperti dulunya. Kamu bisa mengembalikan tanah subur itu dengan dirimu sendiri dan bisa juga dengan bantuan orang lain. Semua pasti akan terjawab oleh waktu.


Salam rindu,

Mayo.


PS : Nona tani, bolehkah aku membantu kamu mengembalikan tanah menjadi subur seperti dulu ?

Sunday, February 09, 2014

Terima kasih

Jen,
terima kasih atas panggilan barunya.
Mayo-san.
Mungkin aku yang belum terbiasa saja. Siapa tahu di surat - surat selanjutnya kamu menemukan panggilan - panggilan baru lainnya. Sekarang saja aku masih berpikir tentang panggilan buatmu. Haha.
Aku juga suka Detektif Conan, salah satu manga yang ceritanya menarik menurut aku. Dan aku penasaran bagaimana akhir dari kisahnya, semoga tidak mengecewakan. Kalau kamu punya banyak manga atau anime favorit, bagus. Ada banyak sisa waktu dalam kehidupan kita untuk membicarakannya. Siapa tahu nanti ada lagi manga, anime favorit kita yang sama.
Salah satu manga favoritku judulnya Shoot! Dari judulnya sedikit banyak terbaca bahwa manga ini ada hubungannya dengan olahraga. Ya betul, manga ini tentang sepak bola. Lucu ya, di saat orang lain suka Captain Tsubasa aku malah suka manga yang mungkin hanya sedikit orang yang tahu.
Oh ya, suratku bilang terima kasih buat kecupannya. Tidak sering - sering lho dia mendapat kecupan dari penggemarnya. *jadi memperpanjang soal kecupan lagi :p*
Mengenai masalah interogasi mungkin aku memang harus menahan diri ya. Siapa tahu dengan begitu kamu jadi sering mengunjungi kotaku ini. Karena apa ? Karena kamu akan rindu diinterogasi aku. Akan ada hal - hal baru yang kita temukan bersama - sama. Dan biarkan aku yang bertanggung jawab jika aku terlalu dalam mengenalmu.
Aku tidak tahu kamu mempunyai cerita yang semenarik ini tentang bagaimana kamu jadi suka sepak bola.
Bahagia.
Satu kata yang sangat cukup untuk menjelaskan kesukaanmu terhadap sepak bola. Aku juga merasakan hal yang sama saat bermain sepak bola. Saat menonton pertandingan - pertandingan. Ada drama kehidupan di setiap pertandingan itu, drama yang mungkin terjadi dalam hidup kita. Kalau begitu aku doakan kamu tetap bahagia ya, mendukung terus tim kesayanganmu saat menang atau kalah.
Aku tidak tahu jawaban pasti mengapa ada pria yang tidak suka sepak bola. Kasihan juga cabang olahraga lain kalau semua orang suka sepak bola. Hahaha.
Aku sedang menulis kisah bahagiaku sendiri. Kisah bahagia yang diselingi gelap terangnya hidup. Dan ya, mungkin kau bisa menilai aku sedang bahagia dari berat badanku. Padahal saat kamu menyangka aku sebagai pria kurus penulis kisah sedih, aku sedang bahagia. Bahagia bisa berkumpul dengan teman - teman dan menemukan kawan - kawan baru, salah satunya kamu. Kisah bahagiaku sekarang sudah memasukkan dirimu sebagai salah satu tokohnya. Oleh karena itu aku akan segera menunggu cokelat kirimanmu.
Maafkan kalau hatiku terlalu gugup sehingga tidak menyadari ada dirimu. Aku harus mempersiapkannya agar dapat dikunjungi dirimu.
Oh ya, kamu boleh sekali berkunjung ke hatiku. Dengan senang hati aku akan memintanya. Mungkin pada awalnya akan terasa sempit, namun semakin kamu merasa nyaman akan semakin besar pula ruang yang tersedia.
Sebagai tuan rumah harusnya aku yang merasa tidak percaya diri. Tapi tak apa, ia akan menyambutmu Jen.
Terima kasih atas jawabannya.
Mayo-san.
PS : bagaimana dengan hatimu sendiri ?

Friday, February 07, 2014

Boleh ?

Halo Jen,

tidak apa - apa. Mungkin kita harus tos dulu sebelum aku memulai tulisan di surat ini. Ya, karena aku suka dengan anime dan manga juga. Anime atau manga apa yang menjadi favorit kamu ? Siapa tahu kita mempunyai kesamaan.

Oh, kamu cemburu. Padahal aku ga bermaksud lho. Dan asal kamu tahu pipi aku ga merah kok. Mungkin hatiku aja yang bersemu merah, tapi kamu tidak akan tahu kan. Kamu harus menemukan hatiku dulu jika kamu ingin tahu. Kalau kamu sudah menemukan hatiku, kabari ya apakah dia masih bersemu merah atau dia merasa bahagia ada yang menemukannya.

Nah, kalau begitu nanti aku tagih kecupannya ya. Bukan kok, bukan buat aku. Kamu tenang saja, kecupannya buat tulisanku saja. Tampaknya aku tidak sekecup-able itu. Hahaha.

Kalau kamu ke Bandung aku akan menginterogasi kamu sampai puas, jadi nanti kamu tidak akan sempat menanyakan pertanyaan - pertanyaan padaku. Bagaimana ? Dan berarti aku tidak akan mati penasaran :p

Aku belum sempat menanyakan hal ini kepadamu, bagaimana ceritanya kamu bisa suka dengan sepak bola ? Memang sih, sekarang banyak perempuan yang suka bola. Lumayan banyak yang benar - benar menggemari, bukan hanya sekedar mengagumi secara fisik. Namun tidak banyak yang aku kenal. Pasti menyenangkan ya bisa berbincang bola dengan kamu. Apalagi kalau kita punya tim favorit yang berbeda, akan seru menonton bola saat kita mendukung tim kita masing - masing.

Aku, pria kurus yang hanya bisa menulis kisah sedih ? Terima kasih ya atas penilaian jujur itu. Aku sendiri tidak menyangka. Apakah aku memang terlihat sesendu itu ? Kalau begitu aku boleh berubah kan ? Menjadi pria gemuk yang mau menulis kisah bahagia.

Pertanyaan terakhir kamu susah - susah gampang. Jawabanku adalah satu pertanyaan lagi.

Jen, bolehkah aku memikirkanmu ?

Mayo

Wednesday, February 05, 2014

Perjalanan Waktu

Konnichiwa Jen.

Itu tadi selamat siang dalam bahasa Jepang. Soalnya aku senang banget sama segala sesuatu yang berbau Jepang. Tapi entah kenapa dalam hal bahasa aku ga pernah sukses belajarnya. Udah belajar cara ngomongnya, lupa cara nulisnya. Maklum, maunya belajar sendiri. Otodidak ceritanya.

Jadi kamu excited 'kan surat menyurat dengan aku ? Harus lho, saat orang lain berkomunikasi dengan segala media sosial atau berbagai macam messenger kita malah memilih surat. Hey, mungkin suatu saat akan aku kirimkan surat yang benar - benar kutulis tangan. Tapi jangan protes kalau tulisanku jelek.

Sejujurnya              ...          aku sering digombali perempuan *ditimpuk* jangan cemburu yah *ditimpuk lagi*

Betul, semakin sedikit semakin bebas kita berkelana. Berdua biasanya lebih baik dari sendiri. Bertiga belum tentu lebih senang dari berdua. Dan aku yakin ada tempat - tempat yang tidak akan habis untuk kita kunjungi. Cuma harus kamu ingat, ada banyak orang - orang berdua lain yang mungkin sepikiran dengan kita. Jadi mungkin kita adalah berdua diantara lautan manusia. Selama kita senang dan bahagia, kenapa tidak ?

Nah mengenai soal nama, aku simpan dulu ya sampai pertemuan kita selanjutnya. Seharusnya kita pasti bertemu. Hari - hari akan terasa cepat ketika kita saling menyurati seperti ini. Sambil menunggu, ceritakanlah kenapa Bandung harus disapa udara hangat dulu. Bandung itu bersinonim dengan sejuk bukan dengan udara hangat. Memang sekarang Bandung sudah berubah. Katanya dahulu Bandung di pagi hari sangat dingin sampai - sampai kalau kita berbicara akan ada seperti asap keluar dari mulut kita. Seperti di film - film lho, kalau sedang musim dingin.

Arsenal ya. Padahal kata orang kalau mau dapat gelar harus keluar dari Arsenal, coba lihat Nasri, Cesc, Song terus yang paling baru RVP  :D tapi tetap aku doakan kakak, jadi juara liga itu harus konsisten. Jangan angin - anginan permainannya *petuah bijak*

Klub aku lagi kena goncangan nih, di kandang sendiri kalah. Tapi yang namanya suporter itu kan mendukung di kala suka dan duka 'kan. Makanya namanya suporter, dari kata support yang artinya dukungan. Sama seperti aku mendukung kamu mendukung Arsenal buat jadi juara. Hahaha.


Itu pertanyaan sulit ya, tapi juga gampang. Kalau bahasa sekarang mungkin seperti happily ever after *syarat dan ketentuan berlaku*

Sulit karena kita tahu ever after itu adalah suatu waktu yang panjang, dimana setiap kejadian baik atau buruk bisa terjadi. Dan kebahagiaan itu akan teruji oleh panjangnya waktu tersebut.
Namun aku juga bilang itu gampang, karena waktu yang panjang itu akan dilalui bersama - sama. Ada hal - hal mudah yang akan teratasi dalam sekejap dan ada hal - hal mustahil yang ternyata bisa kita lewati.

Tapi kamu bahagia 'kan ? Semoga ya. Di setiap waktu dan tempat selalu ada kebahagiaan. Pencariannya merupakan suatu petualangan.


Peluk dari Bandung

Mayo

PS : what do you think about 'love at first sight' ?

Monday, February 03, 2014

Dulu dan Sekarang

Hola Jen,

aku lagi belajar bahasa Spanyol nih. Jadi hola itu adalah halo dalam bahasa Spanyol. Do you like learning foreign language ? It's fun.

Jangan membuat aku jadi salah tingkah begini ya, aku memang suka menulis surat. Dulu aku suka menulis surat yang tak pernah kukirim, karena aku terlalu malu untuk mengirimkannya.

Dan iya, aku juga masih ingat pertama kali kita bertemu. Waktu itu kamu sendirian, seperti anak ayam kehilangan induk. Mengibakan tapi lucu. Kursi kayu itu saksi bisu pembicaraan pertama kita kan. Maaf lagi ya kalau aku terlihat membosankan, mungkin aku terlalu gugup dihampiri wanita semenarik dirimu. Haha..
Dengan senang hati lho aku akan mengantar kamu berkeliling, tapi berdua saja ya. Kalau bawa serombongan nanti aku akan pasang tarif. Lumayan buat penghasilan tambahan.

Iya, aku belum lihat seberapa panjang rambutmu. Waktu itu kita harusnya bisa bertemu saat ada kumpul - kumpul. Tapi kamu tidak bisa berkunjung ke sini. Untung aku masih menemukan cara menghabiskan waktu. Tahun ini kita harus bisa bertemu, janji ya.

Aku rindu mereka semua juga, tampaknya waktu belum mengijinkan kita semua kembali berkumpul. Mungkin salah satu di antara kita harus ada yang menikah dulu atau berlibur bersama baru semua bisa berkumpul.

Kamu masih ingat saja ya, padahal aku berusaha melupakan itu. Jadi kamu juga tidak akan menanyakan namaku. Hahaha. Kalau begitu nanti ya saat kita ketemu. Hey, kalau tidak begini kita pasti susah sekali untuk bertemu.

Buenos dias Jen.

PS : masih suka sepak bola kan ? Kata kamu siapa calon juara Liga Inggris musim ini ? ;)