Tuesday, February 03, 2015

To My Future Wife

I don't care whoever you are, 
wherever you are 
and
how we will meet. 

When i find you, i will love you. 

Forever

Monday, February 02, 2015

Heart

Ada sesuatu yang ingin aku katakan Na.
Tapi aku yakin takkan pernah mampu terucap lewat kata.

Ijinkan kutuliskan lewat selembar surat.

It's never about the faces, it's always about the heart.

 

Sunday, February 01, 2015

Kita (Aku dan Kamu)

Dimana kamu saat hujan turun tadi siang?
Ketika tetes - tetes air mengalir dari langit dan membasahi setiap manusia yang tak memiliki tempat berlindung.

Hari ini kita buka dengan mendung menutup langit, abu kelabu warnanya dan sendu rasanya.

Aku mencoba mengingat hal terakhir yang kita rencanakan bersama.
Ya, suatu perjalanan bersama mimpi - mimpi.
Bukankah seharusnya hari ini adalah harinya?
Suatu perjalanan yang sudah kita tunggu dan disiapkan oleh hati.

Lihatlah, langit sudah tak lagi menangis.
Matahari memang sudah tak tampak, senja sudah berkunjung.
Namun burung besi itu pasti masih menanti kita.
Dia tetap menunggu walaupun teman - temannya sudah terbang di atas sana.

Aku masih di sini.
Kamu juga masih di sana.

Burung besi menanti kita, bukan aku atau kamu saja.
Perjalanan ini tentang kita, bukan aku atau kamu saja.
Mimpi - mimpi yang ada adalah mimpi - mimpi kita.

Dan selamanya tetap menjadi mimpi.

Saturday, January 31, 2015

Canda

Hai Ren,

kamu pasti tidak bisa membaca surat ini.
Terang saja, aku memang menuliskan surat ini karena ragu untuk mengatakannya langsung kepadamu.
Aku juga sudah mencari namamu di mesin pencari, sebut saja google, tanpa menemukan jejakmu.

Surat ini berisi beberapa pertanyaan yang aku sendiri belum tahu jawabannya.

Aku masih ingat awal pertemuan kita, ketika kamu yang waktu itu sedikit berbeda dari kamu yang sekarang.
Aku tidak kenal kamu secara langsung, aku hanya kenal temanmu.
Waktu itu aku sedang berbicara dengan temanmu dan kamu sedang bersamanya.
Seperti biasa kami bercanda untuk menceriakan hari - hari dan tanpa sadar kamu mulai menceriakan hariku.

Tampaknya begitu mudah menemukan kamu, karena setiap kali aku bertemu temanmu kamu pasti ada bersamanya.

Kamu sekarang berbeda, kenapa?
Aku tahu ada beberapa minggu liburan, tapi kenapa?
Kenapa yang aku lihat hanya senyum yang seadanya.
Yang aku dengar hanya kata yang seperlunya.

Hari kamu pasti tetap ceria, itu aku yakin.
Hanya hariku menjadi berbeda.

Saat nanti kita bertemu lagi, boleh kembali kudengar candamu?

Friday, January 30, 2015

Kita, Pencinta

Sudah lewat setahun ya?
Waktu yang berjalan dengan cepat tapi terasa lambat atau sebaliknya?

Para pencinta sudah kembali.
Bersama mereka akan ada setumpuk aksara dan barisan kata yang saling melengkapi.

Selama 30 hari ini beberapa kata akan sering tampil dan beberapa akan melakukan debut perdananya di kegiatan ini.
Namun pemenangnya adalah kita.

Kita yang tetap sama di hari pertama, kedua sampai ketiga puluh.

Para senior pencinta mungkin ingat hari pertama mereka menulis surat cinta.
Sedangkan para pencinta debutan mungkin gugup mengguratkan kata - kata di layar elektronik, mencoba mencari kalimat yang sepadan atau cerita yang tak tergerus waktu.

Siapapun itu, pemenangnya tetap kita.
Yang telah membiarkan cinta berbicara lewat kata dan berucap lewat tulisan.

Semoga kembali terjadi kisah - kisah indah di 30 hari dan selamanya.



Thursday, January 15, 2015

I Am

I'm all ears.
Hurts yet still listen.

I'm all hand.
Hurts and cannot hold.

I'm all tongue.
Hurts and cannot say.

I'm all mouth.
Hurts yet try to smile.

I'm all heart.
Hurts yet i still love

Monday, January 12, 2015

2014 - A Path Behind

2014

Sawarna, Tahura Trail Run, Yogya, Bandung Love Run, Curug Siliwangi, Iybi, Europe On Screen, Bali, Lombok, Urbanathlon, Nike We Run.

*What 2014 had brought me*

And yes, i'm ready for 2015.

Wednesday, January 07, 2015

Past & Present

You
and all those lovely little things.

You
and all those extraordinary things.

You
and all the happiness i feel.

I felt it. I feel it.

Tuesday, October 21, 2014

Don't

Don't want it to end. 

Don't care if it hurts.

Don't know what to do.

Don't do this.

Don't.

Thursday, October 16, 2014

Sorry

Those tears were for you.
You just couldn't see it.

When every story brought an anger and rage within.
I'm sorry.

You just couldn't feel it.
Yet, those tears were still for you.

Thursday, October 09, 2014

Tidak Terkendali

Ketika kata bisa lebih menyakiti itu aku tahu.

Ketika selain kata lebih menyakitkan aku tidak siap.

Tidak bisa apa - apa.

Hanya meredam, memendam dan semoga tanpa dendam.

Monday, September 29, 2014

Ink

Ink

Got a tattoo that said "together through life"
Carved in your name with my poker knife
And you wonder when you wake up, will it be alright oh oh
Feels like there's something broken inside

All I know
All I know
Is that in lost whenever you go
All I know is that I love you so
So much that it hurts


Got a tattoo and that paint is alright
Just wanted a way of keeping you inside (Oh oh oh oh oh)

All I know
All I know
Is that I'm lost
In your fire bellow

All I know is that I love you so
So much that it hurts
I see the road begin to climb
I see the stars, begin to show
I see your colors and I'm dying of thirst

All I know is that I love you so
So much that it hurts
Oh yeah yeah yeah
So much that it hurts
So much that it hurts


Coldplay


Album terbaru Coldplay "Ghost Stories" seperti bukan lagu - lagu Coldplay yang biasa.
Tapi tetap enak untuk didengar.
Sebenarnya single - single yang dijadikan andalan adalah "Sky Full of Stars" dan "Magic".
Tapi entah mengapa cukup suka dengan lagu ini.

Menggambarkan seseorang yang kehilangan, setelah sekian lama bersama sampai sudah tertanam.

Sedih.

Friday, September 26, 2014

All I Want

"All I Want"

All I want is nothing more
To hear you knocking at my door
'Cause if I could see your face once more
I could die a happy man I'm sure

When you said your last goodbye
I died a little bit inside
I lay in tears in bed all night
Alone without you by my side

But if you loved me
Why'd you leave me?
Take my body
Take my body
All I want is,
And all I need is
To find somebody.
I'll find somebody like you.

Oh oh

So you brought out the best of me,
A part of me I've never seen.
You took my soul and wiped it clean.
Our love was made for movie screens.

But if you loved me
Why'd you leave me?
Take my body,
Take my body.
All I want is,
And all I need is
To find somebody.
I'll find somebody.

Oh

If you loved me
Why'd you leave me?
Take my body,
Take my body.
All I want is,
All I need is
To find somebody.
I'll find somebody like you.

Oh

by Kodaline


Pertama kali suka versi instrumental karena dijadikan background song di Google Zeitgeist 2012

Setelah itu masih belum terlalu suka dengan versi aslinya yang dinyanyikan Kodaline.
Sampai ketemu versi cover dari Ellie Goulding 
Kemudian mendengarkan versi live dari Kodaline.

Dan terakhir melihat liriknya. 

Thursday, June 12, 2014

Surat #duahati Yang Satu

Surat ini aku kirim buat Ribkaria dari Marlon.
Apa kabarnya kamu? *ceritanya tidak tahu kabar*

Kamu masih ingat kan surat ini, yang waktu itu kamu kirimkan ke aku.
Aku membacanya kembali beberapa hari yang lalu dan memang iya, aku masih terbang ketika membaca suratmu.
Setidaknya sekarang kalau aku terbang aku bisa membawamu turut serta atau malah kamu yang menarikku kembali setelah lama melayang.

Kamu juga benar mengenai senyum - senyum sendiri, berarti surat ini memang tidak mengenal kata kadaluarsa. Ia tetap memberikan efek yang sama seperti saat pertama kali dibaca.

Sempat terpikirkan untuk membuat tulisan ini ditulis dengan tangan, diatas selembar kertas. Tapi takut tulisan aku terlalu jelek untuk dibaca. *rendah hati*
Nanti kamu bisa salah sangka dalam memahami kata - kata yang aku tulis.

Sedikit kecewa terhadap diri sendiri sih karena setelah #30harimenulissuratcinta ternyata kuantitas dan mungkin juga kualitas tulisan di blog aku menurun.
Hal yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir.
Sekarang sedang berusaha untuk merubah, jadi kamu bisa menikmati tulisanku setiap saat.

Tidak banyak sih yang ingin aku sampaikan, sejak program #30harimenulissuratcinta selesai komunikasi kita terhitung lancar, bahkan lancar sekali bukan :*

Terima kasih sudah menjadi partner #duahati kemarin.

Senang bisa membantu kamu merasakan cinta lagi.
Senang bisa membuat hatimu kembali menjadi utuh.

Dan satu lagi @iybi

Bahagia karena sekarang kita #duahati yang satu.

Gunung atau pantai?

Kamu suka gunung atau pantai?

Pernah mendengar pertanyaan seperti itu kan?
Iya, aku pernah menanyakan hal itu kepada kamu. Berbulan - bulan yang lalu.
Sekarang pertanyaan itu kembali muncul.

Pertanyaan yang dahulu berandai - andai sekarang menjadi pertanyaan yang nyata.

Kalau aku, aku pernah ke dua tempat itu dan aku suka keduanya.

Ketika di pantai kita menemukan keindahan dan keceriaan.
Ketika di gunung kita menemukan kebersamaan dan kebahagiaan.

Bolehkah merasakan semuanya bersamamu @iybi ?

Tuesday, May 06, 2014

Gelar dan Loyalitas

Hey, apa kabar tim bola favorit kamu? Bukan suatu kalimat pembuka yang baik ya, mengingat perkembangan tim kamu menjelang akhir musim ini. Tapi jangan khawatir ya soalnya tim aku juga sedang mengalami masalah yang sama kok. Awal musim yang sempat memberi harapan ternyata berubah menjadi salah satu musim yang buruk.

Aku pernah bilang tidak kalau aku pernah suka dengan Arsenal?
Waktu itu Wenger baru saja ditunjuk menjadi pelatih Arsenal dan aku baru saja bersedih karena pemain favoritku pada saat itu baru saja mengundurkan diri. Aku tidak terlalu mengetahui tentang Arsenal pada saat itu selain dari pada 4 pemain belakang yang tangguh dan kesemuanya adalah pemain Inggris. Tidak lama setelah itu Wenger mulai melakukan pembelian pemain untuk melengkapi timnya.  Yang aku masih ingat adalah salah satu pemain yang dibeli, Marc Overmars. Kebetulan aku suka Overmars karena dia adalah pemain dari Ajax, klub sepakbola favoritku pada saat itu, dan dia punya kecepatan dan kemampuan dribble yang bagus. Belum lagi ditambah Dennis Bergkamp.  Maaf ya jika nama-nama pemain ini sedikit membingungkan. Mereka memang pemain-pemain lama.

Saat itu pun aku sering nonton Arsenal. Siapa yang sangka pada musim itu Wenger bisa membawa Arsenal menjadi juara liga Inggris sekaligus dengan piala FA. Ditambah dengan gaya bermain yang mempesona, jadilah pada saat itu aku seorang suporter dadakan Arsenal.

Tapi itu semua sudah lama berlalu. Semenjak gelar juara itu masih ada banyak gelar-gelar lainnya yang direbut Arsenal kan? Sampai pada tahun 2005 ketika Arsenal ngebut gelar terakhir mereka di piala FA. Dan sampai 2014 ini Arsenal belum merebut gelar lagi. Tapi sekarang kesempatan itu ada kan?  Masuk final piala FA berarti tinggal selangkah lagi dari akhir penantian selama sembilan tahun. Bukan berarti Arsenal pasti juara ya. Cuma memang menurutku ini sebuah kesempatan emas. Tanpa bermaksud mengecilkan kemampuan lawan di final nanti Arsenal masih lebih tangguh dari lawannya nanti. Tapi tolong ya jangan meremehkan juga, tim aku kadang-kadang suka meremehkan dan berakibat kekalahan.

Tapi yang paling aku kagum adalah kamu tetap mendukung Arsenal walaupun dia tanpa gelar selama sembilan tahun. Ada pendukung yang mungkin sudah berpindah haluan dengan mendukung klub lain. Mungkin dengan mendukung klub lain mereka dapat melihat klub yang mereka dukung meraih gelar.

Aku juga pernah mengalami hal yang sama saat mendukung Barcelona. Sekarang mungkin orang melihat Barcelona adalah klub yang tangguh, namun tidak demikian di awal dekade 2000-an. Aku masih ingat Barcelona sering kalah sampai bisa berada di papan tengah klasemen.

Ketika Real Madrid pun bisa mengalahkan mereka di kandangnya sendiri.
Ketika pembelian lebih terlihat seperti menghamburkan uang.

Tapi entah mengapa aku tetap menonton dan tetap bersama.  Kalah bukan lagi menjadi hal yang sedih, namun menjadi hal yang harus diubah. Sebuah klub yang termasuk klub terbesar di Spanyol sekarang menjadi klub yang bisa dengan mudah dikalahkan. Sedih sih waktu itu,  apalagi selama beberapa musim Barcelona tanpa gelar. Tapi kesabaran selain ada batasnya ternyata juga berbuah hal yang manis. Setelah tanpa gelar selama beberapa musim akhirnya Barcelona bisa meraih kembali gelar liga, bahkan setahun setelahnya bisa meraih gelar liga Champions,  yang sayangnya mengalahkan tim kamu di final.

Tapi sudah cukup membicarakan klub aku, tulisan ini kan tentang dukungan tanpa batas kamu terhadap Arsenal kan?
Ada satu pertandingan penentuan untuk mengakhiri penantian terhadap gelar.
Hasil akhirnya aku belum tahu,  bisa saja tim kamu menang atau bisa saja tim kamu kalah.

Yang aku tahu menang atau kalah kamu tetap mendukung mereka.

So,  c'mon @iybi my goonerette

Never give up,  always cheer up.

Thursday, April 10, 2014

Baju Biru

Sinar matahari tidak terlalu terlihat, iringan awan kelabu yang mengarak di atas langit menutupi sinarnya. Tidak ada kehangatan pagi hari seperti yang ia rasakan beberapa bulan lalu. Namun itu tidak menghalanginya untuk terus berlari. Keringat mengucur deras dari keningnya dan ia terus berlari. Telapak kakinya kadang menyentuh pasir yang padat, kadang pasir - pasir itu begitu lembut sehingga menelan injakannya. Kadang - kadang ia harus berlari menyamping agar tidak terkena ombak yang meluncur jauh ke bibir pantai. Terkadang pula ia menerjang ombak yang walaupun terasa berat tapi terasa sangat menyenangkan.  Ia memang sedang berlari di sebuah pantai di Selatan pulau Jawa bagian Barat. Pagi itu pantai tampak sepi, ia sangat menikmati larinya seakan - akan kesepian pantai itu telah disiapkan untuk jalur larinya.

Entah sudah berapa jauh ia berlari saat ia menemukan beberapa hal menarik di bibir pantai. Ada anak - anak kecil yang bermain pasir pantai bersama orang tuanya. Tawa anak - anak itu terlihat lepas. Ada juga orang - orang yang sedang bermain dengan ombak. Semua orang yang ia lihat memiliki kesamaan, mereka sedang bahagia.

Setelah hampir satu jam akhirnya ia kembali juga ke tempat awal ia berlari, teman - temannya sibuk menanyakan dirinya yang tiba - tiba menghilang sesaat setelah mereka menginjakkan kaki di pantai. Ia hanya tersenyum, untuk kemudian langsung menarik salah seorang teman perempuannya yang badannya cukup kecil untuk dibawa menerjang ombak.

Byuur.

Dan suasana semakin ceria, mereka berlomba - lomba menarik teman - temannya menerjang ombak.

Setelah bermain dengan ombak ia mulai merasa lelah dan memutuskan untuk duduk - duduk di pinggir saja. Tiba - tiba wajahnya tersenyum tanpa sebab yang jelas dan itu mengundang tanda tanya temannya yang sejak tadi memang memperhatikannya.

"Hey Bi, senyum - senyum aja dari tadi, kenapa sih ?" tanya Ben yang penasaran.
"Eh, gak ada apa - apa kok. Itu, gw lagi lihat si Vic sama Ola senang banget main ombak." jawab Abi sedikit terkejut, tak menyangka akan pertanyaan itu.

Namun dia masih ingat dengan jelas kejadian pagi itu. Penyebab segala senyum yang menghiasi wajahnya sampai sekarang.

Pagi itu atau mungkin lebih tepat disebut subuh itu dia dan semua teman - temannya sudah bangun. Jam empat pagi memang bukan waktu yang biasa untuk bangun, tidak juga pada saat dia kuliah. Namun subuh itu mereka harus bangun karena perjalanan mereka  menuju pantai tempat mereka akan melihat matahari terbit cukup jauh. Ditambah lagi mereka belum tahu jalan menuju pantai tersebut. Jadi untuk mengantisipasi adanya kejadian - kejadian yang tidak diinginkan seperti tersesat mereka memutuskan pergi lebih awal.

Awalnya perjalanan itu seperti perjalanan lainnya, mereka menyusuri jalan aspal yang lumayan bagus dan jalan yang cukup lengang. Tidak sekalipun mereka bertemu rombongan lain yang akan menuju pantai tersebut. Awalnya mereka mengira bahwa dengan demikian pantai yang akan mereka datangi pasti akan sepi. Kapan lagi punya pantai pribadi, pikir mereka.

Diluar dugaan ternyata perjalanan menuju pantai yg awalnya mulus adalah sebuah penyambutan yang sedikit menipu. Setelah perjalanan yang mulus di awal tidak lama kemudian mereka disambut dengan jalanan yang berlumpur. Patut diketahui bahwa perjalanan mereka ini berlangsung saat musim hujan dan sehari sebelumnya hujan turun dengan deras. Jadi jalanan berlumpur hari itu adalah akibat dari semalam. Perjalanan menjadi lambat, mereka harus berhati - hati agar tidak terpeleset. Mereka juga harus berjuang ketika alas kaki mereka terbenam dan kadang - kadang tertinggal di genangan lumpur.

Waktu berlalu dengan cepat, langit mulai terang dan angan mereka untuk melihat matahari terbit dalam keadaan terancam. Suasana mulai ramai dengan munculnya rombongan-rombongan lain dari belakang mereka. Ternyata pantai tidak akan menjadi milik mereka pribadi.

Jalan tidak semakin membaik, lumpur masih menjadi sahabat perjalanan. Abi sudah berhati-hati sejak awal ketika jalan mulai berlumpur. Jangan sampai jatuh pikirnya atau aku akan ditertawakan. Ia merasa sandal yang dipakainya sangat tidak membantunya melewati jalanan berlumpur ini. Ben yang selalu berjalan di belakangnya selalu membantu ketika ia kadang-kadang hampir hilang keseimbangan dan terpeleset.

Ah, berapa lama lagi aku harus berjalan. Tidak tampak tanda-tanda pantai pula, pikir Abi.
Tampaknya sandal ini kulepas saja, dia lebih banyak membawa kesulitan di jalan berlumpur ini, gumam Abi sambil melepas sandalnya.
Tanpa sandal terasa sedikit lebih mudah dibandingkan memakai sandal, namun Abi tetap harus berhati-hati.

"Eh, aku pinjem bahunya ya." kata Abi sambil menyandarkan tangannya kepada bahu orang yang berjalan di sebelahnya. Saat itu jalanan sedikit licin dan Abi butuh bantuan agar tidak terjatuh dan tetap bersih saat sampai di pantai nanti.
"Terima kasih lho." setelah berhasil melewati rintangan.
"Sama-sama mbak." ujar sebuah suara pria asing di samping yang ternyata bukan Ben.

Abi kaget, dia kira orang yang ia pinjam bahunya untuk menyandarkan tangannya adalah Ben, ternyata bukan. Pria itu lebih tinggi darinya, ia juga terlihat seperti sedang berlibur ke pantai ini dan dilihat dari wajahnya tampaknya ia juga masih mahasiswa.
Dalam hati Abi merasa malu. Kenapa dia bisa tidak sadar, padahal dia tadi sudah merasa aneh ketika menyandarkan tangannya dan merasa bahu Ben lebih tinggi dari biasanya. Tanpa sadar wajahnya merona merah.

"Mbak, sandalnya dipakai saja lagi kita sudah mau sampai." kata pria asing itu mengingatkan sambil tersenyum dan kemudian berlalu.
Abi semakin salah tingkah, tapi ia berhasil mengendalikan dirinya dan mengucapkan terima kasih atas saran pria itu.

Tidak berapa lama terdengar suara tertawa yang ditahan, ternyata Ben yang ada di belakang.
"Woy, kenapa ga bilang sih? Gw jadi malu kan, gw kira lo tadi di sebelah gw." ujar Abi kepada Ben.
"Hahaha, dari tadi juga gw di belakang lo, nah pas lo ngomong minjam bahu gw kira lo tahu siapa orang yang ada di sebelah lo." kata Ben masih sambil tertawa.

Masih merasa malu atas kejadian tadi Abi pun meneruskan perjalanannya dan berharap Ben tidak menceritakan kejadian memalukan tadi kepada yang lain.
Ternyata pria tadi benar, pantai ternyata sudah dekat. Ia mendengar suara debur ombak, tanah berlumpur sudah menjadi pasir pantai.
Dan terhamparlah pasir putih pantai di hadapannya, di sebelah kirinya terhampar gugusan karang yang diterjang ombak.
Tidak sia-sia perjalanan melewati tanah berlumpur tadi, pemandangan yang ada di depan dan sekelilingnya adalah hadiah yang luar biasa. Salah satu karya lagi dari sang pelukis agung di atas.

Abi kembali tersadar dari lamunannya.
Ia masih tersenyum. Ben sudah meninggalkannya dan sedang bersama teman - teman mereka yang lain larut dalam kesenangan bergulung dengan ombak.
Jauh dalam hati kecilnya ada pertanyaan, apakah ia akan bertemu kembali dengan pria itu. Hanya saja ia lupa bagaimana rupa pria itu.

Ia hanya ingat senyum terakhir dan warna baju yang dipakainya.
Baju berwarna biru.

Wednesday, March 19, 2014

Halo Fit Run (5K)

1 lagi tulisan yang telat, harusnya dari bulan - bulan (baca : tahun) kemarin. Tapi dengan banyaknya kesibukan (alasan yang sengaja dibuat) tulisan ini baru bisa selesai sekarang.

Kalau dilihat dari judulnya harusnya sudah bisa ditebak, ya betul, tulisan ini tentang lari 5K pertama saya.
Pertama ? Betul, saya belum pernah mengikuti acara seperti ini sebelumnya. Jadi Halo Fit Run inilah yang pertama. Saya lupa bagaimana awalnya saya bisa tahu tentang acara ini. Yang pasti karena saya sangat bersemangat hampir setiap hari saya memeriksa situs Halo Fit Run.
Selain itu saya mulai aktif mencari informasi yang dibutuhkan untuk persiapan lari 5K ini. Saya memang seorang pemula dan saya tidak ingin melalui lari 5K yang pertama dengan kegagalan. Juara memang bukan target saya, saya ingin menyelesaikan lomba ini dengan mengetahui kemampuan saya sendiri.

Beruntunglah kita di jaman internet ini, tinggal ketik "persiapan 5K" di google, tekan enter. Dan seperti berbelanja saja, kita tinggal pilih yang kita butuhkan.
Kalau boleh membantu, pada intinya semua mengatakan hal yang sama, kemauan dan latihan.

Yang pertama adalah kemauan. Hal yang saya sampaikan pertama ini adalah yang terpenting dalam persiapan ini. Kita dapat mencari berbagai cara latihan, teman - teman untuk teman lari dan juga perlengkapan lari. Namun kita perlu kemauan untuk memulai semua itu.
Jika kita adalah seorang pekerja kita pasti mempunyai waktu yang terbatas, tapi jika kita memiliki kemauan yang kuat kita akan mampu menempatkan waktu latihan ditengah - tengah kesibukan.
Kemauan juga yang membuat kita tetap berlari ketika badan sudah tidak mau bekerja sama. Akan ada persaan untuk menyerah, tapi kemauan kita untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai akan membuat kita merasakan kepuasan tersendiri saat menyelesaikan lomba.

Latihan juga diperlukan, terutama untuk pemula. Tidak semua mempunyai dasar yang kuat untuk memulai 5K, ada pemula yang biasa lari di sekitar rumah, ada yang di treadmill untuk menjaga berat badannya dan tipe - tipe pemula yang lain.
Latihan ini sedikit banyak berguna untuk mengetahui akan seperti apakah kita saat lomba nanti.
Apakah kita akan melalui garis finish ?
Apakah kita mampu menyelesaikan lomba ?
Apakah kita dapat terus berlari non stop ?

Baik, terima kasih telah mendengarkan ceramah saya :)

Jadi, Halo Fit Run ini adalah Halo Fit Run yang kedua setelah yang pertama diadakan di Jakarta. Proses pendaftaran dilakukan secara online.
Ada cerita lucu saat proses pendaftaran ini. Saat tiba di proses pengiriman bukti pembayaran, saya tidak menemukan tombol "submit" untuk melanjutkan proses itu. Karena saya rasa itu hanya kesalahan sementara akhirnya saya mencoba di rumah (sebelumnya saya mencoba di kantor). Ternyata di rumah juga tidak ada tombol "submit".
Keesokan harinya saya mencoba dengan komputer lain, kembali di kantor dan masih tidak ada juga. Saya mulai panik, apakah saya melakukan kesalahan dalam proses pendaftaran ?
Kemudian saya mencoba melihat twitter penyelenggara, Halo Fit Run, mungkin ada yang mengalami masalah seperti saya. Ternyata, betul, ada seseorang yang mengalami musibah masalah seperti saya dan dia dianjurkan untuk memperbaharui flash di browsernya. Tiba saya langsung kepikiran satu buah komputer canggih di kantor yang menurut saya cukup update. Dan ... ... ... berhasil :)
Satu penyebab sepele dan saya hampir gagal menjadi peserta.

Persiapan latihan saya tidak terlalu mulus untuk lomba ini. Karena saya bekerja saya lebih suka lari pagi, sedangkan penghalang terbesar saya untuk lari pagi adalah bangun pagi. Alhasil banyak latihan yang bolong dan sukses membuat saya ragu apakah saya bisa menyelesaikan lomba.

Sehari sebelum lomba saya mengambil race pack di tempat yang telah ditentukan. Pengambilan race pack hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan memang tidak banyak yang datang di jam tersebut.
Saya juga membeli sepatu lari, yang terbantu dengan adanya sale liburan sekolah. Sebenarnya tidak dianjurkan membeli sepatu lari sebelum perlombaan. Kaki butuh beradaptasi dengan sepatu yang baru, jadi sebaiknya jika ingin memakai sepatu baru gunakanlah sejak beberapa bulan sebelum lomba.

Saya tidur cepat sehari sebelum lomba. Karena ini lomba pertama saya, saya tidak ingin kurang persiapan dan diburu - buru oleh waktu. Saya juga punya waktu istirahat lebih banyak dan dapat tiba di tempat lomba lebih cepat dari waktu start lomba. Dengan begitu saya punya waktu untuk pemanasan dan mengetahui apa suasana lomba (maklum pemula).

Tempat start lomba adalah daerah Gasibu. Di Bandung terkenal dengan tempat berkumpulnya pembeli dan penjual saat minggu pagi. Tapi rupanya panitia sudah mengantisipasi dengan membuat steril beberapa area agar tidak ada orang yang berjualan. Garis start dan finish berada tepat di depan landmark kota Bandung, Gedung Sate. Booth sponsor, tempat penitipan barang, informasi jalur lomba dan photo booth berada di sepanjang jalan setelah garis start.

Saya memutuskan untuk memulai lomba dari posisi tengah - tengah. Sadar karena saya bukan yang tercepat, tapi juga bukan yang terlambat (percaya diri).
Begitu tanda lomba dimulai saya berlari santai, saya tidak ingin kehabisan tenaga di tengah jalan.. Sampai di persimpangan Dago - Cikapayang kita mulai bersaing dengan mobil - mobil yang lewat, bukan hanya dengan pelari lain. Jalur yang dilalui setelah itu adalah jalur yang menurun, jadi saya dapat menambah kecepatan tanpa harus mengeluarkan tenaga lebih. Setelah itu kita melewati jalan R.E. Martadinata atau yang lebih dikenal dengan jalan Riau. Tipe jalannya mendatar, sehingga saya kembali berlari dengan santai. Di akhir - akhir lomba ternyata ada perubahan jalur, yang seharusnya diteruskan sampai ke jalan Diponegoro ternyata sudah berbelok di jalan Cisangkuy. Karena sadar akan segera mencapai garis finish saya meningkatkan kecepatan lari saya.

Akhirnya finish.

Waktu : 23 min 58 sec

23 menit 58 detik. Tidak terlalu buruk untuk pemula seperti saya. Sayangnya setelah bertemu dengan saya, saya mendapat kabar bahwa jarak tidak tepat 5K, melainkan kurang. Tapi tidak apa - apa, sekarang saya tahu bagaimana rasanya berlari dalam lomba.

Saya senang dapat melewati lomba ini tanpa menyerah pada godaan - godaan untuk berhenti berlari.
Lomba ini menjadi lomba pertama saya, tapi saya pastikan ini tidak akan menjadi yang terakhir.

Never give up


Keep running my friend

Friday, March 07, 2014

Besok

Jen.

Dut.
Aku terhibur. Selama penantian menunggumu di sini, aku terhibur.
Ah, aku bingung harus mengucapkan apalagi selain terima kasih atas suratmu yang terakhir.

Bulan Maret ternyata turut membantu pertemuan kita. Buktinya sekarang sudah bulan Maret dan kalau memang benar tidak terasa besok adalah pertemuan kita.

Kalau memang namamu saja membantu namaku untuk menjadi sebuah nama baru, aku juga akan membutuhkan kamu untuk menjadi sebuah hidup baru.

Kalaupun Bandung dingin, semoga di sisiku tidak membuatmu merasa lebih dingin.

Aku ingat semua.
Cokelat,
es krim,
nama panjang,
jalan - jalan.

Masih menunggu.

Aku.




Saturday, March 01, 2014

Si Tersembunyi

Halo kamu yang tersembunyi,

Ini surat balasan untuk surat kaleng yang kamu kirimkan di hari Jumat yang lalu.

Sejujurnya aku terkejut karena tidak menyangka akan mendapat surat kaleng. Mungkin lebih cocok kalau aku yang menjadi pengirim.
Sudahlah, aku berterima kasih atas surat itu. Aku jadi tersadar ada orang - orang yang membaca surat - suratku.

Mohon maaf kalau tahun ini surat - surat cinta yang harusnya aku kirimkan setiap hari malah tidak pernah hadir.
Aku sempat mengirimkan surat cinta di hari pertama, namun tidak di hari kedua. Sempat lagi aku mengirimkan surat cinta dan dilanjutkan dengan surat - surat yang tidak ada.
Sekarang sudah hari ke-29, benar kan ? Dan kalau kamu masih menunggu surat cinta dari aku inilah surat untukmu.

Terima kasih atas perhatiannya dan kepeduliannya.

Aku masih ingin menulis.
Aku akan terus menulis.
Aku akan menulis untuk kamu dan kalian dan juga aku.


@egbertz

Aku (Kamu)

Kamu,

Tampilan aku dari luar tampaknya tidak menarik sekali ya. Setelah menjadi si kurus penulis kisah sedih sekarang menjadi kue yang tipis. Tapi rasanya lezat dan kamu sangat menikmatinya. Semoga saja kamu tidak cepat bosan.

Mungkin karena merelakan lebih menentramkan dari pada memaksa.
Hey, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk selalu bersama dengan kita kalau itu hanya membuatnya tidak bahagia. Kebahagiaan menyaksikan seseorang bahagia baru kita dapatkan setelah kita benar - benar merelakan kepergiannya.

Kalau memang boleh aku akan mengajakmu ke gunung, tentu dengan memperhatikan kesehatan kamu juga. Kita ke gunung untuk menikmati, kalau kamu sakit tidak ada artinya. Aku tidak tahu apakah caraku menggambarkan gunung dan pantai akan sama dengan yang kamu rasakan atau orang - orang lain rasakan. Ada sesuatu yang menarik mengenai tempat - tempat itu yang aku berharap dapat dirasakan oleh semua orang.
Rasanya tidak tepat saja kalau orang - orang terlihat murung, sendu dan tidak tersenyum ketika berada di kedua tempat tersebut.

Karena aku sedang berada di Bandung jadi aku tidak berada di Indramayu. Iya, betul, Indramayou. You. Karena kamu yang berada di sana :D

Karena pelukan rasanya menentramkan jangan lepaskan pelukmu tiba - tiba ya.
Kalau kamu merasa lelah, ijinkan aku yang memeluk kamu.


Aku

PS : Aku menunggu :)

Thursday, February 27, 2014

Peluk

Jen,

Atau bisa juga berat badan kita ditambah terus dibagi dua. Ah, tapi kamu boleh bagi - bagi tips kok kalau tahu cara menaikkan berat badan. Kan tidak enak kalau suatu saat kamu butuh bahu atau dada untuk bersandar.

Kalau gitu pelukannya sebentar saja. Tapi berkali - kali :)
Padahal pelukan dapat membuat nyaman lho. Saat kita sedang sedih, sebuah pelukan dapat menentramkan hati.

Aku juga banyak melihat senyum hari ini dan sesuai keinginan kamu, semua itu senyummu.
Semua senyum yang kulihat hari ini membantuku melewati hari ini. Semua terasa ringan, semua membantu.
Terima kasih untuk senyum kamu dan yang lain.

Harus sepaket donk, kita harus usaha ya.
Nanti kita bersama - sama membuka paket hati di ujung waktu.

Terakhir kali menangis ?
Pernah di suatu masa saat aku merelakan seseorang.
Mungkin terlihat bodoh saat itu.
Itu air mata kerelaan.
Aku tidak tahu lagi apakah aku sedih atau bahagia.
Yang aku tahu saat itu adalah dia bahagia.

Kalau Februari berganti Maret tandanya aku semakin gugup. Soalnya kamu akan datang dan kamu sudah janji akan datang.
Aku sudah pasrah untuk mentraktir kamu es krim yang kamu minta.
Aku sudah siap mencuri sedikit - sedikit es krim yang kamu makan.
Aku sudah tak sabar menanti cokelat yang kamu bawakan.
Aku menunggu.

Di keramaian pantai kita bisa merasakan sepi yang menenangkan.
Sedangkan di kesepian gunung kita merasakan keramaian persahabatan.

Semoga dua kalimat di atas membuatmu yakin ikut denganku.


Mayo

PS : Kapan terakhir kali kamu ke gunung ?

Tuesday, February 25, 2014

Doa

Jen,

berarti doa kamu ampuh ya. Mungkin lain kali bisa digunakan untuk hal - hal lain, misalnya mendoakan aku supaya naik berat badannya atau supaya kita bisa bertemu bulan depan :)

Pelukan kamu berarti juga ampuh. Mungkin aku butuh sedikit saat kita bertemu, siapa tahu tim aku juga bisa menang saat bermain bola. Eh aku sudah cerita kan kalau aku dan kawan - kawan sedang semangat bermain bola. Rasanya, menyenangkan. Lelah, tetapi menyenangkan. Kalau bisa suatu saat kamu harus nonton saat kami bermain.
Dan kita berbahagia bersama, kamu di bangku penonton, aku di tengah lapangan.

Nah mengenai senyum di surat sulit juga untuk dijelaskan. Aku membayangkan kamu saja yang berbicara saat membaca suratmu. Mungkin ada kata - kata yang salah aku interpretasikan, tapi bagian senyum - senyum sendiri selalu ada.

Aku sudah mencoba dan akan selalu mencoba untuk tersenyum. Bukan hanya untukku, tetapi juga orang - orang di sekitarku. Hey, kita tidak pernah tahu bukan bagaimana senyum kita mengubah hari - hari seseorang. Kutunggu pula senyum kamu di bulan Maret.

Permohonan yang kamu baru tahu jawabannya di saat tua nanti ? Pasti permohonannya bagus, soalnya kamu butuh waktu untuk tahu apakah permohonan kamu dikabulkan apa tidak. Menyenangkan ya saat kamu tahu bahwa ada sesuatu jawaban atas permohonan yang kamu ucapkan, menanti kamu di ujung waktu.

Kalau boleh aku tambahkan, paket itu berisi hujan, rindu, lagu yang mengalun indah dan seseorang yang termenung di pinggir jendela. Tidak bersedih, tetapi tersenyum.
Aku mau kirim paket hati kita ke ujung waktu.
Untuk sampai ke ujung waktu hati kita akan melewati sekarang, besok dan hari - hari selanjutnya.
Akan sangat menarik ketika di ujung waktu kita melihat apakah hati kita masih sepaket.


Aku juga suka dua - duanya.

Di pantai aku melihat batu karang yang kokoh diterjang ombak, pemandangan indah yang serasa dilukis oleh seorang pelukis. Aku mendengar tawa ceria diantara deburan ombak.
Di gunung aku melihat bintang jatuh, awan yang berarak di bawah aku. Ya betul, di bawah aku, bukan di atas aku. Aku melihat pertemanan yang dimulai dari kata sapa. Di gunung juga aku melihat persahabatan yang tak kenal latar belakang.

Jadi kapan kita ke gunung atau ke pantai ?

Karena berdua pasti akan menyenangkan.


Mayo

PS :  Sudahkah kamu tersenyum hari ini ?