Saturday, January 26, 2013

Senyum

Dear sa,

Apa kabar ?
Hampir 2 bulan tidak bertemu dan hanya satu kata yang keluar saat pertemuan pertama kita di 2013 ini.
Itu bukan pertanyaan basa - basi, aku ingin tahu bagaimana kabarmu selama ini.
Menikmati liburan panjang pertama yang kamu rasakan.

Kalau boleh berprasangka harusnya liburan ini tidak terlalu kamu nikmati ya.
Aku tidak lihat senyum yang biasanya ada di wajahmu.
Senyum yang biasa kamu ukir di wajahmu saat menyapa diriku.
Senyum yang sekarang muncul itu seperti senyum yang terpaksa.
Kalau saja aku bisa tahu apa penyebabnya.

Namun dalam hati kecil ini ada kenyataan yang berkata bahwa senyum kamu yang terpaksa itu hanya ditujukan pada diriku.
Senyum kamu yang indah itu masih bisa dilihat orang - orang lain.
Suara - suara yang mengiringi senyum itu juga dapat didengar orang lain.
Sedangkan suara yang aku dengar hanyalah suara berat yang mungkin saja malas keluar dari mulutmu.

sa, senyum terpaksa kamu itu sangat menyiksa.
Senyum itu seperti diiringi kata - kata, kenapa sih harus kamu lagi, kamu lagi.
Mungkin kalau maunya kamu besok - besok kamu bisa senyum seperti biasa.
Tidak perlu memprogram ulang wajahmu untuk senyum terpaksa saat melihat aku dan melanjutkan hari ceria dengan teman - temanmu.

sa...
senyum dan tertawalah, seperti yang pernah mata ini lihat dan masih terekam dalam ingatan


No comments:

Post a Comment