Thursday, January 31, 2013

Tawa

Hai sa,

Kita belum ngobrol lagi, padahal sudah lewt seminggu.
Bahkan aku tidak akan menyebut pembicaraan kita kemarin sebagai sebuah obrolan.
Aku melihat kamu, kamu melihat aku, kita saling menyapa dan sudah.
Tidak ada obrolan - obrolan panjang seperti waktu itu.
Tidak ada tawa - tawa lepas dari dirimu seperti yang selalu kuingat.

Tapi seperti suratku yang kemarin, tawa - tawa itu mungkin masih ada, namun bukan untukku.
Suara - suara lucumu juga masih ada, namun aku tidak akan pernah mendengarnya lagi.

Aku masih berharap pada kejutan - kejutan indah, sa.
Di saat aku berpaling dan wajahmu hadir mengejutkan diriku.
Saat itu pula aku salah tingkah harus berkata apa, hanya bisa tersenyum dan bertanya apa yang sedang kau lakukan.
Namun hal itu sulit sekali kulakukan sekarang, pembicaraan - pembicaraan kita tidak mengarah kepada tawa - tawa ceria.
Hanya ada kesunyian.

Selalu hati - hati sa. Aku tahu kamu bisa jaga dirimu sendiri.
Aku hanya ingin kamu tetap ada saat kita bisa kembali tertawa


yang masih mengagumimu

No comments:

Post a Comment